DUNIA

Selasa, 12 September 2017 | 18:55 WIB

AS Kembali Kutuk Kekerasan Terhadap Rohingya

Binar MP
AS Kembali Kutuk Kekerasan Terhadap Rohingya
Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders (ist)
INILAHCOM, Washington DC - Gedung Putih kembali mengutuk peningkatan kekerasan di Myanmar yang memicu sekitar 300.000 Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh, dan mengatakan mereka risau dengan kekerasan antar kedua belah pihak.

"Amerika Serikat sangat cemas dengan krisis yang sedang berlangsung di Burma (Myanmar)," kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders, mengecam serangan yang menargetkan pos militer Myanmar dan meletusnya kekerasan mematikan itu.


"Sedikitnya 300.000 orang mengungsi dari rumah mereka menyusul serangan yang menargetkan pos keamanan Burma pada 25 Agustus," ujar Sanders.

Kami "menegaskan lagi kecaman kami terhadap serangan-serangan itu dan kekerasan yang terjadi setelahnya," imbuhnya, tanpa menyalahkan kelompok tertentu.

Serangan-serangan awal diduga dilancarkan oleh Arakan Rohingya Salvation Army, sebuah kelompok militan, sementara pasukan keamanan Burma disalahkan atas serangan balasan yang mungkin telah membunuh lebih dari 1.000 orang, kebanyakan warga Rohingya, demikian lansir AFP.
#Rohingya #AS #konflik #krisis #kekerasan #pengungsi
BERITA TERKAIT
PBB: Stop Kekerasan Terhadap Rohingya
DPR AS Kecam Pembersihan Etnis Rohingya
(Akui Yerusalem Timur Ibu Kota) Cina Dukung Habis Palestina
Bom Bunuh Diri, 15 Calon Polisi Tewas
Pacquiao Naik Pangkat Jadi Kolonel
Militer Israel Tutup Jalu Gaza
Tentara Jerman Berencana Serang Politikus

ke atas