PASAR MODAL

Rabu, 13 September 2017 | 10:45 WIB

PLN Incar Rp4 T dari Penawaran KIK-EBA

PLN Incar Rp4 T dari Penawaran KIK-EBA
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan dapat meraih dana lebih dari Rp4 triliun dari program penawaran sekuritisasi aset Kontrak Investasi Kolektif Beragunan Aset (KIK-EBA) berbasis pendapatan yang akan dicatatkan pada 20 September 2017 di Bursa Efek Indonesia.

"KIK-EBA PLN mendapat sambutan positif dari investor, bahkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,4 kali," kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (12/9/2017).



Menurut Aloysius, underlying (jaminan) KIK EBA tersebut adalah piutang anak usaha PLN, PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya, Jawa Barat. "Tingginya tingkat permintaan ini disebabkan karena adanya proyeksi beberapa keuntungan yang didapat perusahaan dan investor," ujarnya.


Adapun benefit yang diperoleh perusahaan antara lain adalah recycle asset, memperkuat permodalan karena tidak membebani perusahaan, serta dapat meningkatkan kegiatan pendanaan perusahaan yang memiliki anggaran belanja modal (capex).

Dijelaskan, dengan mensekuritisasi hak sebagian pendapatan dari pembangkit listrik Suralaya, Mandiri Sekuritas akan bertindak sebagai arranger KIK-EBA PLN.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengatakan secara keseluruhan perseroan bakal menerbitkan KIK EBA senilai Rp10 triliun. Untuk tahap I, PLN bakal menerbitkan KIK EBA sekitar Rp4-5 triliun.

Ia menjelaskan, beberapa investor yang berminat membeli KIK EBA perseroan berasal dari kalangan perbankan, asuransi dan dana pensiun. [tar]
#KIK-EBA #PLN #SekuritisasiAsetBUMN
BERITA TERKAIT
Darmin: Bank Masih Tolak Sekuritisasi Aset KPR
Rini Dorong Investasi BUMN dengan DIRE
PLN Incar Rp4 T dari Sekuritisasi Aset Tahap I
Pagi Ini, PLN akan Sekuritisasi Aset UBP Suralaya
Harga Emas Naik Respon Krisis Korut
Harga Minyak Mentah Naik Respon Pertemuan OPEC
Dolar AS Memperpanjang Penurunan

ke atas