DUNIA

Rabu, 13 September 2017 | 12:31 WIB

PM Hun Sen Berangus Koran dan Radio Dukungan AS

Didi Prambadi
PM Hun Sen Berangus Koran dan Radio Dukungan AS
Hun Sen, Perdana Menteri Kamboja (Foto: Cambodia Herald)


INILAHCOM, Phnom Penh - William Heidt, Duta Besar AS untuk Kamboja membantah tuduhan yang menyebutkan AS tengah menyusun rencana untuk menggulingkan Hun Sen dari kursi Perdana Menteri Kamboja.

Kantor berita Associated Press mengabarkan, bantahan itu diutarakan William Heidt, Selasa (12/9/2017). Tuduhan itu tidak berdasar sama sekali dan tidak akurat serta menyesatkan, kata Heidt kepada wartawan.



Lebih lanjut Heidt menjelaskan, perlahan-lahan ada upaya mengucilkan Kamboja dari komunitas internasional, pada saat Kamboja membutuhkan bantuan internasional untuk meningkatkan ekonomi dan bersaing dengan negara-negara tetangga. Saya yakin Kamboja masih punya waktu untuk menyelamatkan Pemilu 2018, dan tetap meningkatkan demokrasi serta hubungan bilateral antara AS dan Kamboja, kata Heidt.


Sebelumnya, PM Hun Sen menuduh AS bekerjasama dengan tokoh oposisi Kem Sokha, menggulingkan pemerintahannya. Tuduhan itu berdasarkan rekaman video yang menunjukkan Kem Sokha menerima advis dari sebuah kelompok pro-demokrasi di sebuah seminar, beberapa tahun lalu. Gara-gara itu, Kem Sokha ditahan 3 September lalu, dan diancam hukuman 30 tahun penjara.

Harian berbahasa Inggris The Cambodia Daily diberangus pekan lalu, dan belasan stasiun radio yang menyiarkan program acara Voice of America dan Free Asia ditutup, karena dianggap melanggar regulasi setempat. Sementara itu Institut Nasional Demokratik, organisasi yang mempromosikan demokrasi dukungan AS, juga dilarang beroperasi.

Meski demikian Partai Penyelamatan Nasional Kamboja, pimpinan Kem Sokha bertekad tetap ikut berpartisipasi dalam Pemilu Kamboja tahun 2018 mendatang. Sambil mengimbau agar Kem Sokha dibebaskan, partai tersebut tidak berniat melakukan protes.

Saya berharap sebelum Pemilu 2018, ada solusi politik di antara kami untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, sehingga pemilu berlangsung jujur dan adil, kata Son Chhay, anggota senior Partai Penyelamatan Nasional Kamboja.
#HunSen #Kamboja #AS
BERITA TERKAIT
Houthi Tembakan Rudal ke Pangkalan Militer Saudi
Iran Berhasil Uji Coba Rudal Terbaru
Kim Jong-un Sebut Donald Trump Gila
Kapal Migran Tenggelam di Tripoli 90 Orang Hilang
Victoria University & UI Perkenalkan E-Government
Paus Fransiskus Tak Akan Ampuni Pastor Pedofil
Angela Merkel Dikirimi Surat Ancaman Berisi Pisau

ke atas