EKONOMI

Rabu, 13 September 2017 | 13:05 WIB

Jonan Yakin Harga Listrik EBT Bisa Murah

M Fadil Djailani
Jonan Yakin Harga Listrik EBT Bisa Murah
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan (Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyebut harga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia lebih mahal dibandingkan listrik yang dihasilkan dari energi fosil.

Hal ini kerap menjadi kendala dalam pengembangan listrik dari pembangkit EBT di tanah air. Namun begitu, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, termasuk keyakinan Jonan bahwa harga listrik EBT bisa lebih kompetitif di kemudian hari.

Dalam acara IndoEBTKE ConEx yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (13/9/2017) Jonan yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) bercerita pengalamanya terkait menawar harga listrik EBT di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam cerita tersebut, Jonan mengatakan bahwa Gubernur NTT menawarkan sebuah pembangkit listrik tenaga arus laut di NTT dengan harga jual yang sempat membuat Jonan tersentak kaget lantaran terlalu mahal.


"Saya tanya tarifnya berapa (ke Gubernur NTT), katanya minimal US$16 sen per kWh. Saya bilang, kalau US$16 sen silakan minum dan silakan pulang. Kalau bisa di bawah US$10 sen kita diskusi," cerita Jonan.

Mendengar jawaban Jonan, Gubernur NTT pun geleng-geleng dan garuk kepala, tak mau kehilangan pembeli, lanjut Jonan, Gubernur NTT lantas melakukan study ulang terkait biaya potensi pembangkit listrik arus laut.

Singkat cerita, akhirnya harga jual pembangkit listrik tenaga arus laut tersebut disepakati pada angka US$7,18 sen/kWh. "Saya tanya lagi harganya berapa, saya enggak nawar lho. Tahu enggak mintanya berapa, katanya mereka sudah studi kembali, mereka tanya mau enggak kalau harganya US$7,18 sen. Saya bilang, kalau US$ 7,18 sen saya yakin PLN 20 MW bisa untuk beli," kata Jonan.

Jonan melanjutkan, harga yang cocok bukan semata-mata untuk mengecilkan keuntungan pengusaha, namun untuk memberikan rakyat harga listrik yang terjangkau. "Pengusaha perlu keuntungan kita hitung, tapi rakyat juga harus bisa menjangkau tarif listrik itu," kata mantan Menteri Perhubungan tersebut. [uji]
#Jonanarchandra #EBT #tariflistrik
BERITA TERKAIT
PLN Tanggung Biaya Tambah Daya Konsumen
Bambang Ingin Dekatkan Industri dengan Setrum EBT
Golongan Listrik Baru, KESDM Buka Polling
Golongan Listrik Baru akan Bisa Naikkan Konsumsi
Penghapusan Golongan Pelanggan PLN Untungkan UMKM
Pengamat: Golongan Pelanggan Listrik Terlalu Rumit
(Penyederhanaan Golongan) Harap Tenang, Tarif Listrik Tidak Akan Naik

ke atas