MOZAIK

Kamis, 14 September 2017 | 09:00 WIB

Buktikan Jika Anda Mukmin Sejati

Buktikan Jika Anda Mukmin Sejati
(Foto: Ilustrasi)


TIDAK mudah menjadi seorang mukmin sejati. Mencapai tingkat tertinggi itu harus melewati serangkaian uji dan sekian bukti.

Kalau hanya sekadar akuan betapa mudahnya, namun mukmin bukan tingkatan pengakuan tapi pembuktian. Kala seorang Baduy datang menemui Nabi dan mengaku beriman, Nabi tidak mengiyakan. Nabi meminta dia untuk mengatakan saya muslim dan bukannya saya mukmin, karena mukmin tingkatannya lebih luhur dari muslim.



Alquran menyebutkan tanda-tanda siapa sebenarnya mukmin sejati itu:

1. Suka berbagi namun tidak pernah berharap balasan, meski rasa terima kasih sekalipun.

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. QS. Al Insan: 9.

2. Ibadahnya hanya untuk Allah semata bukan untuk yang lain.

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. QS. Al Kahfi: 110.

3. Suka mengajak orang dalam kebaikan dan mencegah dari keburukan tanpa berharap balasan apa pun kecuali dari Allah saja.

Dan (dia berkata): Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah QS. Hud: 29


4. Ia menikah karena mempercayai janji Allah. Ia tidak takut miskin, penuh tawakal dalam menjalani biduk rumah tangganya.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. QS. An Nur: 32.

5. Berinteraksi dengan banyak kalangan tanpa pilih-pilih dan itu pun hanya mengharap rida Tuhan.

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia. Katakanlah: Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)? Katakanlah: Allah-lah (yang menurunkannya), kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya. QS. Al Anam: 91

6. Keras terhadap musuh, berani dalam berperang, yang ia takutkan hanya Tuhan.

(Yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan. QS. Al Ahzab: 39

7. Kecintaan puncaknya hanya untuk Allah, tiada yang lain.

Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah QS. Al Baqarah: 165

8. Suka bekerja mencari nafkah, namun hatinya tidak lalai mengingat Allah.

Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. QS. An Nur: 37 []
#Iman #Keimanan #Mukmin
BERITA TERKAIT
Jangan Umbar Masalah Keluarga kepada Orang Lain
Wanita Terbaik Itu Menyenangkan Hati Suami
Kenapa Shaf Terdepan Bagi Lelaki Paling Baik?
Jabatan Hanya Ujian
Menikmati Episode Pahit Kehidupan
(Syair) Mansur Samin: November
Cerdasnya Syekh Abdul Qadir Lihat Perangkap Iblis

ke atas