MOZAIK

Kamis, 14 September 2017 | 10:00 WIB

Menyimpan Rahasia Ilahi

Menyimpan Rahasia Ilahi
(Foto: Istimewa)
SYEKH Abu Said pernah ditemui seseorang yang berkata padanya, Wahai Syekh, saya datang kepadamu agar Anda mau mengajariku rahasia al Haq (Allah).

Sekarang pulanglah. Besok datang lagi kemari. Saya akan memberimu sebuah pelajaran, kata Syekh.

Keesokan harinya, sebelum orang itu datang, Syekh Abu Said memasukkan seekor tikus di sebuah kotak tempat permata dan menutupnya rapat-rapat. Ketika orang itu datang, Syekh Abu Said memberikan kotak itu seraya berkata, Bawalah dan jagalah isi kotak ini. Untuk menjaga isinya, janganlah engkau membuka tutupnya.

Dalam keadaan bingung, orang itu akhirnya meninggalkan rumah Syekh dengan sejumlah pertanyaan. Semakin jauh meninggalkan rumah Syekh Abu Said, semakin besar rasa ingin tahu orang itu. Karena tidak lagi mampu menahan rasa ingin tahunya, orang itu akhirnya membuka tutup kotak itu. Dan keluarlah tikus yang dengan cepat kabur dari kotak itu.


Dengan penuh kesal orang itu kembali menemui Syekh Abu Said dan berkata, Saya menginginkan dari Anda rahasia Allah. Namun mengapa Anda memberi saya seekor tikus?

Hai Darwisy, saya memberimu seekor tikus dalam kotak dan engkau tidak mampu menyimpannya. Lalu bagaimana bila saya mengungkapkan kepadamu berbagai rahasia Allah? Mungkinkah engkau mampu menahan diri untuk menyimpannya?

Kemudian Syekh Abu Said melantunkan sebuah syair,

Mereka yang mengetahui rahasia al Haq

Mereka mengunci dan menjahit mulutnya []
#Allah #WajahAllah
BERITA TERKAIT
Setan Pun tak Membenarkan Allah Disekutukan
Haruskah Kita Menepuk Dada/Bangga sebagai Muslim?
Pelajaran Berharga dari Kisah Pendeta Buhaira
Allah Menuutup Aib Pelaku Maksiat Jika Bertobat
Kelompok Manusia Celaka dalam Alquran
Pendeta yang Menceritakan Kenabian Muhammad
Awas! Lebih Beriman pada Jibt dan Thagut

ke atas