NASIONAL

Rabu, 13 September 2017 | 16:45 WIB

Setya Novanto Berjudi dengan Waktu

R Ferdian Andi R
Setya Novanto Berjudi dengan Waktu
Ketua DPR Setya Novanto (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto hari-hari ini tengah bergelut dengan waktu. Ia diapit dua hal yang saling menentukan atas status hukumnya yakni tentang pemeriksaan dalam kapasitas sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik dan langkah hukumnya dengan mengajukan pra peradilan atas status hukumnya sebagai tersangka kasus korupsi.

Pemeriksaan perdana terhadap Setya Novanto dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus korupsi KTP elektronik awal pekan ini urung dilakukan. Novanto mengaku tengah berbaring sakit di rumah sakit. Informasi ihwal kesehatan Novanto disampaikan Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham langsung ke kantor KPK.



Terkait dengan keterangan kesehatan Novanto, KPK berencana akan mengonfirmasi ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ihwal kebenaran kondisi kesehatan Setya Novanto. Upaya tersebut sebagai permintaan second opinion atas kondisi kesehatan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Selain mangkir karena alasan kesehatan, Setya Novanto melalui perangkat Pimpinan DPR melalui surat yang diteken Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta agar pemeriksaan terhadap Setya Novanto ditunda hingga proses persidangan pra peradilan usai.

Surat yang diantar Kepala Biro Pimpinan Sekretariat Jenderal DPR RI Hani Tahapari itu isinya meminta agar pemeriksaan terhadap Setya Novanto ditunda hingga proses sidang pra peradilan usai. "Saudara Setya Novanto memohon kepada pimpinan DPR untuk menyampaikan surat kepada KPK tentang langkah praperadilan tersebut dengan penundaan pemeriksaan pemanggilan saudara Setya Novanto," ucap Hani.

Saat dikonfirmasi tentang surat permohonan penundaan pemeriksaan Setya Novanto yang ditujukan ke KPK, Fadli Zon tidak menampiknya. Menurut dia, surat tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi yang muncul dari masyarakat. DPR hanya meneruskan saja. "Terserah KPK, lihat aturannya saja," kata Fadli saat ditanya bagaimana jika surat yang ia teken tidak direspons KPK.


Kondisi kesehatan Setya Novanto, surat permohonan penundaan pemeriksaan oleh DPR serta proses pra peradilan Ketua DPR RI itu, memiliki korelasi satu dengan lainnya. Bila dirangkum, semua mengarah pada persoalan waktu yang saling berkejaran satu agenda dengan agenda lainnya.

Agenda pemeriksaan Setya Novanto dalam kapasitasnya sebagai tersangka memiliki hubungan erat dengan nasib Novanto dalam kasus ini. Karena tidak mustahil, usai Novanto diperiksa KPK ia langsung dijebloskan ke tahanan, jika penyidik memiliki pandangan subyektif soal urgensi penahanan seorang tersangka.

Di sisi lain, sidang pra peradilan status tersangka Novanto di PN Jakarta Selatan yang semula diagendakan pada Selasa (12/9/2017) ditunda menjadi Rabu (20/9/2017) pekan depan. Merujuk UU KUHAP, sidang pra peradilan diberi aloaksi waktu maksimal tujuh hari harus diputus sejak permohonan pra peradilan diperiksa sebagaiamna diatur di Pasal 82 ayat (1) huruf c UU KUHAP.

Penundaan sidang pra peradilan Setya Novanto ini secara tidak langsung semakin menunda kejelasan nasib hukum Setya Novanto, apakah penetapan status tersangka oleh KPK telah sesuai atau tidak sesuai aturan hukum yang berlaku.

Di sisi lain, KPK tampak bersemangat untuk memeriksa Setya Novanto dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus korupsi elektronik. Dalam sepekan ke depan, sebelum sidang pra peradilan, berbagai kemungkinan terbuka terjadi pada diri Setya Novanto.

Begitu juga selama sepekan sidang pra peradilan yang dimohonkan Setya Novato juga memberi dua peluang yang bakal diterimanya. Pertama, keabsahan penetapan tersangka dari KPK yang berarti proses hukum akan terus berjalan atau sebaliknya. Kedua, penetapan status hukum Setya Novanto tidak sah alias penetapan sebagai tersangka batal demi hukum. Novanto kini berjudi dengan waktu.
#SetyaNovanto #Novanto #e-Ktp
BERITA TERKAIT
KPK Siap Patahkan Gugatan Praperadilan Novanto
'Jenguk' Novanto Lagi , KPK Temukan Fakta Baru
KPK Akan Beberkan Barbuk Novanto Tersangka
KPK Bakal Tunggu Kondisi Novanto Pulih
Kuasa Hukum Minta Pengadilan Cabut Cekal Novanto
Kuasa hukum: Penetapan Tersangka Novanto Cacat
Hadapi Praperadilan Novanto, KPK Siapkan Bukti

ke atas