DUNIA

Rabu, 13 September 2017 | 17:15 WIB

Korea Utara Bersikeras Tolak Sanksi Terbaru PBB

binar mp
Korea Utara Bersikeras Tolak Sanksi Terbaru PBB
(Foto: istimewa)


INILAHCOM, Seoul - Korea Utara tetap bersikukuh menolak sanksi terbaru yang dikenakan Dewan Keamanan PBB terkait uji coba bom hidrogen lalu.

Pada Rabu (13/9/2017) menyatakan akan melipatgandakan upaya untuk menangkal yang disebutnya ancaman invasi Amerika.



Presiden Donald Trump mengatakan sanksi yang disetujui Dewan Keamanan dengan suara bulat itu hanyalah sebuah langkah kecil dari apa yang diperlukan untuk menngendalikan program senjata Korea Utara.


Kementerian luar negeri Korea Utara mengatakan resolusi itu melanggar hak Korea Utara mempertahankan diri dan bertujuan untuk mematikan negaranya dan rakyat Korea Utara melalui blokade ekonomi skala penuh.

Korea Utara akan melipatgandakan upayanya meningkatkan kekuatan guna menjaga kedaulatan negara dan hak eksistensinya dan untuk menjaga perdamaian dan keamanan di kawasan dengan menciptakan ekuilibrium praktis dengan Amerika Serikat, kata pernyataan yang dimuat kantor berita resmi KCNA.

Dewan Keamanan sepakat meningkatkan sanksi terhadap Korea Utara dengan melarang ekspor tekstil dan membatasi impor minyaknya. Resolusi ini dipicu uji coba nuklir keenam dan terbesar Korea Utara bulan ini, yang menurut Pyongyang adalah bom hidrogen.
#korea utara #nuklir #rudal #pbb
BERITA TERKAIT
Pemimpin Iran Mengecam Keras Pernyataan Trump
AS Keluarkan Sanksi Baru Terhadap Korea Utara
Korut Luncurkan Uji Coba Rudal Antar-Benua lagi
Korut Ancam Hancurkan Jepang dan AS dengan Nuklir
Korut Kembali Luncurkan Rudal, Jepang Marah Besar
Korea Utara Kembali Uji Coba Peluncuran Rudal
(Krisis Rohingya) Sekjen PBB Desak Myanmar Hentikan Aksi Militer

ke atas