EKONOMI

Rabu, 13 September 2017 | 17:10 WIB

Darmin Ingin Perbankan Ikut Turunkan Suku Bunga

M Fadil Djailani
Darmin Ingin Perbankan Ikut Turunkan Suku Bunga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Perbankan diminta ikut menurunkan suku bunga kredit dan deposito seiring dengan penurunan suku bunga acuan (BI rate).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan peran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong perbankan menurunkan suku bunga. "Sebenarnya ada satu lagi yaitu OJK nya, mendorong agar bank nya lebih efisien, jangan mereka tetap mempertahankan profit yang tinggi," kata Darmin saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Darmin menegaskan sudah saatnya perbankan lebih menyesuaikan suku bunganya dengan suku bunga BI, jangan sampai momentun pemangkasan yang dilakukan BI hanya untuk meraup untung yang banyak bagi perbankan. "Apalagi dengan tahun lalu dengan NPL memburuk, tapi maunya profitnya tetap tinggi, marginnya dia naikkan sehingga bunga kredit tidak turun," katanya.


"Saya nggak mau bilang nggak terlalu besar, saya bilangnya lebih besar (untungnya) dari pada tahun lalu," tambah mantan Gubernur BI ini.

Darmin justru berpikir alasan pihak perbankan sangat lamban untuk menurunkan suku bunganya, lantaran keuntungan yang didapat untuk menutupi kerugian dari tingginya angka kredit macet atau Non Ferforming Loan (NPL). "Mungkin total profitnya kalau dilihat tidak terlalu besar dibandingkan tahun lalu tapi kalau lihat marginnya naik dibandingkan tahun lalu. Untuk apa, karena NPL tadinya naik, dia mau nutupin dengan margin yang besar," ungkap Darmin.

Asal tahu saja bank sentral Indonesia telah memberikan stimulus dengan menurunkan tingkat acuan suku bunga acuan bank sentral atau BI 7 Day Reverse Repo Rate menjadi 4,5% pada saat ini.

Namun saat ini rata-rata suku bunga kredit perbankan per Juli 2017 masih berada di posisi 11,73%, sebuah angka yang cukup tinggi. [uji]
#BIRate #MenkoDarmin #BI7DayRRR #NPL #BungaKredit
BERITA TERKAIT
BI Ungkap Alasan Bunga Kredit Lamban Turun
Menko Darmin Ungkap Penghalang Ekonomi Digital
Beban Utang dan Neoliberalisme di Kabinet Kerja
Konsumsi Melemah, Darmin Optimis PE 2017 Bisa 5,1%
Ritel Lesu, Pertamina Retail Ogah Tambah Bright
Ini Respon Pertamina dengan Lesunya Sektor Retail
(Jelang Meeting IMF-WB 2018) Jokowi Terima Delegasi World Bank di Istana Bogor

ke atas