EKONOMI

Rabu, 13 September 2017 | 19:30 WIB

Cerita Sukses KUD Karya Mukti Jambi karena Sawit

iwan purwantono
Cerita Sukses KUD Karya Mukti Jambi karena Sawit
Kegiatan di KUD Karya Mukti Pengurus KUD Karya Mukti, Kabupaten Bungo, Jambi (Foto: istimewa)


INILAHCOM, Bungo - Transmigran yang tergabung dalam KUD Karya Mukti di Dusun Karya Harapan Mukti, Kabupaten Bunggo, Jambi, bisa mereguk berkah ekonomi. Mereka bisa meraih cita-cita setingggi langit karena sawit.

Kepada wartawan, Ketua KUD Karya Mukti, Riswanto menerangkan, para petani transmigran yang berjumlah 1.360 orang sudah menjadi anggota KUD. Pada 2016, pendapatan KUD ini bisa mencapai Rp8 miliar dengan aset Rp32 miliar. "Kami bisa membagikan SHU sebesar Rp600 ribu kepada anggota.
Alhamdulillah, semuanya beerkah dari sawit," kata Riswanto di KUD Karya Mukti, Rabu (13/9/2017).



Awalnya, papar Riswanto, sebanyak 466 Kepala Keluarga (KK) transmigran datang ke Dusun Karya Harapan Mukti untuk bertaruh peruntungan. Mereka diberikan lahan 3,25 hektar untuk digarap komoditas pangan. Hanya saja, pendapatan mereka tak sesuai harapan. Lantaran, padi, jagung, kedelai dan ubi yang ditanam yang bisa memenuhi kehidupan hidup.

Barulah pada 1992-1993, kata Riswanto, PT Sari Aditya Loka (SAL)-2, anak usaha PT Astra Agro Lestari berkode emiten AALI, mengagas program Perkebunan Inti Rakyat untuk Transmigran atau PIR Trans, merubah nasib mereka. "Sejak saat itu, masyarakat diberi lahan untuk kebun sawit. Dan pada 1996 atau 1997, merupakan panen pertama. Hasilnya lebih menjanjikan ketimbang tanaman pangan," cetusnya.


Selanjutnya, lanjut Riswanto, PT SAL-2 melanjutkan program ini dengan Kredit Koperasi Anggota (KPPA). Skema kredit diberikan kepada seluruh anggota KUD Karya Mukti yang belum kebagian lahan.

"Sejak saat itulah, peran KUD Karya Mukti naik daun. Kami terus meningkatkan kinerja, Alhamdulillah kami mendapat award dari kementerian koperasi. Di mana, acaranya disaksikan Presiden Joko Widodo pada 2016," paparnya.

Saat ini, lanjut Riswanto, seluruh anggota KUD yang mayoritas generasi kedua para transmigran asal Jawa tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat ini, bisa menikmati berkahnya. Penghasilan mereka melonjak hingga Rp8 juta per siklus panen. Di mana,kelapa sawit bisa dipanen dua kali dalam sebulan.

Tak hanya itu, keuangan KUD yang berdiri pada era 90'an ini, bisa semakin berkilau. Saat ini sudah memiliki berbagai bisnis, mulai dari ritel UKM, simpan pinjam, kredit motor, bengkel dan aksesoris motor dan masih banyak lainnya. "Kami juga memiliki unit produksi pupuk organik, kredit benih dan lainnya," pungkas Riswanto. [ipe]


#Sawit #SAL-2 #AALI #cpo #Koperasi #PemprovJambi
BERITA TERKAIT
Bau tak Sedap, Harga tak Sehat di Pelelangan Karet
Ini Kabar Baik Bagi Petani Kelapa Sawit
Pentingnya Pengembangan Industri Hilir CPO
India Kerek Bea Masuk, Ekspor CPO RI Dalam Bahaya
(Berkah Program PIR Trans PT SAL-2) Karena Sawit, Biaya Kuliah S2 di UGM Aman
Percepat Peremajaan Sawit, Darmin Bentuk Tim Kerja
HGI: Penetapan TMA Gambut Perlu Kajian Bersama

ke atas