EKONOMI

Kamis, 14 September 2017 | 01:05 WIB

Kantor Darmin Dapat Anggaran Rp533 M di 2018

M Fadil Djailani
Kantor Darmin Dapat Anggaran Rp533 M di 2018
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Target penyerapan anggaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di tahun 2018 adalah sebesar 95%.

Sementara untuk Tahun Anggaran 2018, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat RI (Banggar DPR RI) menyetujui anggaran Kemenko Perekonomian sebesar Rp533,1 M. Pagu Rencana Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 adalah sebesar Rp414,4 M. Namun, ada kekurangan kebutuhan pembiayaan sebesar Rp118,7 M.

Kekurangan kebutuhan itu salah satunya karena Kemenko Perekonomian mendapat penugasan baru terkait percepatan pelaksanaan berusaha, ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam Rapat Kerja di DPR, Rabu (13/9/2017).

Pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia relatif sehat. Menko Perekonomian menerangkan beberapa kinerja indikator makro perekonomian Indonesia hingga kuartal II 2017.

Pertumbuhan ekonomi relatif stabil, namun masih diperlukan akselerasi di tengah kondisi global yang belum menentu. Inflasi terkendali, investasi pun menunjukkan peningkatan. Selain itu, neraca pembayaran juga membaik, terangnya.

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di tahun 2018 mengusung tema Memacu Investasi dan Infrastruktur Untuk Pertumbuhan dan Pemerataan. Sementara kebijakan fiskal 2018 bertajuk Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan.

Darmin menjelaskan beberapa target pembangunan ekonomi di tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,4%. Tingkat kemiskinan ditargetkan ada di rentang 9,5-10%. Target pengangguran antara 5-5,3%. Serta rasio gini ada di angka 0,38.

Pada RAPBN 2018, pemerintah akan fokus pada efisiensi dan kualitas belanja prioritas, reformasi penerimaan negara, serta menjaga momentum ekonomi dan kepercayaan rakyat.

Ia juga menjelaskan setidaknya ada 4 (empat) pilar yang perlu dipenuhi agar roda ekonomi Indonesia bergerak lebih optimum. Mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor-impor, dan pengeluaran pemerintah.

Dari keempat pilar itu, pengeluaran pemerintah yang belum mencapai posisi optimum. Mudah-mudahan di kuartal depan kita bisa mewujudkan itu, tambah Darmin.


Adapun Sasaran Program Prioritas Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Tahun 2018, antara lain:

1. Fasilitasi Persiapan Proyek Prioritas melalui Komisi Percepatan Pelaksanaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP)

2. Koordinasi Percepatan Kebijakan Satu Peta

3. Kawasan Ekonomi Khusus(KEK)

4. Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI)

5. Kredit Usaha Rakyat (KUR)

6. Roadmap E-Commerce

7. Satgas Percepatan dan Efektivitas Pelaksanaan Kebijakan Ekonomi

8. EODB dan Daya Saing Nasional

9. Stabilisasi Harga Pangan

10. Kebijakan Pemerataan Ekonomi. [hid]
#MenkoDarmin #APBN-P2017 #pdb2017
BERITA TERKAIT
Kelesuan Masih Ancam Ekonomi ke Depan
Menko Darmin Ungkap Penghalang Ekonomi Digital
Kemenkeu Kejar Defisit APBN-P Hanya 2,67%
Beban Utang dan Neoliberalisme di Kabinet Kerja
Konsumsi Melemah, Darmin Optimis PE 2017 Bisa 5,1%
Inflasi 2017 Dijamin Bebas Demam 'Jaran Goyang'
Menteri Rini Tunjuk Stafsus Pimpin Pabrik Duit RI

ke atas