PASAR MODAL

Kamis, 14 September 2017 | 00:15 WIB

CEO Ini Tak Suka Fenomena Bitcoin

Wahid Ma'ruf
CEO Ini Tak Suka Fenomena Bitcoin
CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon (Foto: istimewa)
INILAHCOM, New York - CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon menilai kenaikan bitcoin kripto yang terjadi adalah sebuah penipuan.

"Ini bukan hal yang nyata, akhirnya akan ditutup," kata Dimon pada konferensi Delivering Alpha dan Institutional Investor.

Dimon bercanda bahwa bahkan putrinya membeli beberapa bitcoin, dengan mencari keuntungan pada tren yang telah melihatnya melonjak lebih dari 300 persen tahun ini.

"Saya tidak mengatakan 'pergi sedikit bitcoin dan menjual seharga US$100.000 dari bitcoin sebelum turun," katanya seperti mengutip cnbc.com. "Ini bukan saran tentang apa yang harus dilakukan Putri saya membeli sedikit daging, itu naik dan sekarang dia menganggapnya jenius."

Dalam sebuah penampilan di sebuah konferensi terpisah pada hari sebelumnya, Dimon mengatakan mania bitcoin mengingatkan pada kegemaran bola lampu tulip pada abad ke-17.

"Ini lebih buruk dari pada lampu tulip, tidak akan berakhir dengan baik Seseorang akan terbunuh," kata Dimon dalam sebuah konferensi industri perbankan yang diselenggarakan oleh Barclays. "Mata uang memiliki dukungan hukum, akan meledak."


Dimon juga mengatakan dia akan menembak sebentar lagi setiap pedagang JPMorgan yang sedang trading dengan bitcoin, mencatat dua alasan. "Ini melanggar peraturan kami dan mereka bodoh."

Bitcoin jatuh ke posisi terendah sesi setelah komentar Dimon. Mulai jam 03:01 siang Di New York, saham bitcoin diperdagangkan pada US$4,106.23, turun 2 persen.

Kritik Dimon muncul pada saat beberapa tokoh paling terkenal di Wall Street mulai merangkul kriptocurrency. Tom Lee dari fundstrat mengatakan bahwa dia melihat bitcoin melonjak menjadi US$6.000 tahun depan dan investor nilai Bill Miller dilaporkan memiliki bitcoin.

Bahkan bank Dimon sendiri, JPMorgan dilaporkan telah memulai sebuah proyek percobaan dengan menggunakan blockchain saat mencoba untuk memotong biaya perdagangan. Blockchain adalah teknologi dibalik bitcoin. Bitcoin sudah melonjak 315 persen tahun ini.

Sebelumnya pada hari Selasa, Dimon memperingatkan tentang penurunan pendapatan perdagangan untuk raksasa perbankan tersebut.

Dimon mengatakan pendapatan perdagangan kuartal ketiga akan turun sekitar 20 persen pada tahun ke tahun. Dimon juga mengatakan, bank tersebut mungkin tidak memberikan panduan intra-triwulan ke depan. Saham JPMorgan turun dari level tertinggi sesi pada komentar, namun tetap naik 1,4 persen pada hari itu.
#bitcoin #JPMorganChase #JamieDimon
BERITA TERKAIT
Apresiasi BCA kepada TNI
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa (21/11/2017)
Tahun Politik, Kapolri Tenangkan Investor Pasmod
Politik Jerman Berpotensi Tekan Wall Street
Dolar AS Habis Oksigen, Rupiah Menghijau
Ekonomi Kondusif Pedoman Akumulasi Saham
Merkel Effect Batasi Bursa Saham Eropa

ke atas