NASIONAL

Rabu, 13 September 2017 | 22:00 WIB

Lima Calon Hakim Agung Usulan KY Diloloskan DPR

Ahmad Farhan Faris
Lima Calon Hakim Agung Usulan KY Diloloskan DPR
Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi III DPR, Bambang Soesatyo mengatakan proses fit and proper test terhadap calon Hakim Agung Mahkamah Agung sudah selesai dijalankan oleh lima orang pada Rabu (13/9/2017). Menurut dia, pihaknya secara aklamasi meloloskan lima calon hakim agung yang diajukan Komisi Yudisial.

"Alhamdulillah, dari tadi pagi hingga malam ini telah diselesaikan lima calon untuk mengisi kamar-kamar pidana, perdata, agama, militer dan tata usaha negara," kata pria yang akrab disapa Bamsoet ini di Gedung DPR.

Kelima nama yang diserahkan KY ke DPR setelah proses seleksi adalah calon hakim agung perdata Muhammad Yunus Wahab, calon hakim agung agama Yasardin, calon hakim agung pidana Gazalba Saleh, calon hakim agung militer Kolonel (Chk) Hidayat Manao dan calon hakim agung tata usaha negara Yodi Martono Wahyunadi.


Anggota Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan tadi dalam rapat kelimanya diambil kesimpulan secara aklamasi dengan pertimbangan bahwa memang kamar-kamar hakim minim sekali, karena sekarang ini dikhawatirkan akan banyak menumpukkan kasus-kasus yang ada di Mahkamah Agung.

"Dilihat juga calon-calon cukup mempuni. Ada tanya jawab, bisa dijawab dengan baik, kurang-kurang sedikit kita bisa maklumi. Dan kita pahami di MA dengan baik dan menghindari perbuatan tercela," ujarnya.

Ia menambahkan kelima calon hakim agung yang dipilih itu akan diputuskan dan ditetapkan pada rapat paripurna pekan depan sebelum dibawa ke Presiden Republik Indonesia untuk diambil sumpahnya.

"Periode lalu kami sempat menolak semua dan kali ini dilihat calonnya semua walaupun ada yang mengulang lagi sudah ada kemajuan lagi," tandasnya.[ris]
#DPR #CalonHakimAgung #MA
BERITA TERKAIT
PPP Bersedia Bantu Gugat UU MD3 ke MK
(Revisi UU MD3) Pengamat:DPR 2014-2019 Tercerdas Sepanjang Sejarah
Formappi Dorong Gugat UU MD3 ke MK
Formappi: Dari Dulu DPR tak Peduli Kritik
PPP Nilai Revisi UU MD3 Terburu-buru
NasDem Nilai Wajar Jika DPR Dikritik
Revisi UU MD3 Terus Mendapat Kritik

ke atas