NASIONAL

Rabu, 13 September 2017 | 23:00 WIB

Kerjasama Pertahanan dengan Uni Eropa Diperlukan

Kerjasama Pertahanan dengan Uni Eropa Diperlukan
(Foto: istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan, Laksda TNI Amarulla Octavian menyampaikan rencana kerjasama pertahanan Indonesia dan Uni Eropa antar universitas bidang pendidikan dan latihan.

Hal ini disampaikan pada European Union Defense Attaches Meeting tanggal 13 September 2017 yang dihadiri Wakil Duta Besar Uni Eropa, Charles Michel Geurtz dan 15 Atase Pertahanan dari negara-negara anggota Uni Eropa.



Menurut dia, pertemuan tersebut membahas kerjasama pertahana kedepan ini juga merupakan bentuk tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Brussels pada 21 April 2016.

"Kami banyak membahas peluang peningkatan kerjasama antara Unhan dengan seluruh negara Uni Eropa dalam kerangka ASEAN Political-Security Community dan pencapaian akreditasi internasional Unhan sebagai world class defense university tahun 2024," katanya melalui keterangan rilis, Rabu (13/9/2017).


Ia menjelaskan beberapa rencana kerjasama juga selaras dengan hasil pertemuan pertama Joint Committee dalam kerangka Partnership and Cooperation Agreement (PCA) antara Indonesia dan Uni Eropa yang diselenggarakan di Brussels tanggal 28 dan 29 November 2016.

Menurutnya, kerjasama internasional dalam rangka pendidikan dan latihan lebih diarahkan untuk meningkatkan profesionalitas prajurit TNI sekaligus membangun Confidence Building Measures (CBM).

"Tentu untuk meningkatkan mutu pendidikan fokusnya adalah mencapai tingkat kesetaraan ilmu pertahanan melalui pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, penyelenggaraan bersama seminar-seminar internasional dan publikasi ilmiah," ujarnya.

Di samping itu, kata Octavian, kerjasama juga untuk meningkatkan pelatihan fokusnya adalah standarisasi kompetensi dan kapasitas militer melalui penetapan parameter kompetensi bintara-tamtama, kapasitas perwira, efektifitas operasi militer, efisiensi latihan militer dan dukungan logistik.[ris]
#Pertahanan #Unhan
BERITA TERKAIT
Secara Kasat Mata Ada Gerakan Bangkitkan PKI
Pemerintah Paling Berkompeten Jawab Isu PKI
Isu PKI Diduga Dibuat Musuh Politik Jokowi
Kebangkitan PKI Dinilai Omong Kosong
Isu PKI Dinilai untuk Mendiskreditkan Pemerintah
MPR Harap Masyarakat tak Terpancing Isu Komunisme
"Kondisi Gunung Agung Tak Seheboh di Media"

ke atas