NASIONAL

Kamis, 14 September 2017 | 00:00 WIB
(Elektabilitas Jokowi Naik)

Gerindra: Prabowo Kan Bukan Petahana

Ahmad Farhan Faris
Gerindra: Prabowo Kan Bukan Petahana
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menganggap hal yang wajar jika elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) selalu meningkat dari tahun ke tahunnya. Karena menurut dia, Jokowi merupakan Presiden Republik Indonesia dan dikabarkan akan menjadi calon petahana pada Pilpres 2019 mendatang.

"Kan Prabowo bukan petahana, kalau petahana kan masuk aja ada diberita. jadi wajar aja belum ada," kata Fadli di Gedung DPR, Rabu (13/9/2017).



Wakil Ketua DPR ini menjelaskan Prabowo Subianto merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, sehingga sangat wajar jika belum meningkat elektabilitasnya. Karena menurut dia, Prabowo juga belum mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Presiden RI pada Pemilu 2019.

"Calon pun belum, kita lihat dua kali lah," ujarnya.

Untuk diketahui, hasil survei lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan elektabilitas Presiden Joko Widodo terus meningkat sejak tahun 2015.

"Berdasarkan survei, elektabilitas Presiden Jokowi terus meningkat sejak 2015," kata peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Arya Fernandes.


Survei ini dilakukan selama 23-30 Agustus 2017 terhadap 1.000 responden yang tersebar di 34 provinsi di Tanah Air, dengan tingkat kesalahan atau margin of error kurang lebih (+/-) 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari hasil paparan, elektabilitas Jokowi pada 2015, 2016, 2017 berturut-turut 36,1 persen; 41,9 persen; dan 50,9 persen. Elektabilitas ini lebih tinggi dibandingkan rival terdekat Jokowi yakni Prabowo Subianto.

CSIS merekam elektabilitas Prabowo cenderung mengalami stagnasi dalam tiga tahun tersebut, masing-masing, 28 persen; 24,3 persen; dan 25,8 persen.

Direktur Eksekutif CSIS Philip J. Vermonte mengatakan sejatinya elektabilitas seorang petahana baru dapat dikatakan relatif aman jika menyentuh angka di atas 60 persen.

"Sebetulnya untuk seorang 'incumbent' lebih aman kalau angkanya 60 sampai 70 sekian persen. Tapi ini baru tiga tahun pemerintahan," kata Philip.

Menurut dia, kepercayaan publik saat ini dapat menjadi modal Jokowi untuk bisa meningkatkan elektabilitasnya di sisa masa pemerintahannya.

Kepercayaan publik dapat diperoleh dengan meningkatkan pembangunan di bidang-bidang yabg berkaitan hajat hidup orang banyak yakni perekonomian.[ris]
#Jokowi
BERITA TERKAIT
Jokowi Minta Pemda Alokasikan Dana untuk Guru PAUD
Pesan Jokowi untuk Guru PAUD Cetak Generasi Bangsa
Guru PAUD Curhat ke Jokowi Minta Digaji
Jokowi-Iriana Joget Marumere di Pelatihan PAUD
Jokowi Akan Hadiri Jambore Peternakan di Cibubur
Jokowi Tegaskan Pansus Angket Domainnya di DPR
Jokowi Minta Waspadai Bisnis Digital Kian Maju

ke atas