NASIONAL

Kamis, 14 September 2017 | 05:39 WIB

KPK Masih Diperlukan, Jangan Dibekukan

Ivan Setyadi
KPK Masih Diperlukan, Jangan Dibekukan
Anggota DPR RI Fraksi Kurtubi (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) waktunya berbenah. Sederet koreksi dari DPR melalui pansus Angket diharapkan jadi obat memperbaiki kinerja pemberantasan korupsi di Indonesia.

Anggota DPR RI Fraksi Kurtubi meminta agar KPK tidak sampai dibekukan. Sebab, kehadiran KPK masih sangat dibutuhkan oleh negara dan juga rakyatnya.



"KPK sangat diperlukan untuk mengurangi secara significant bahkan untuk bisa menghilangkan praktek korupsi di Indonesia. KPK didukung oleh rakyat, sehingga tidak perlu dibekukan," katanya kepada INILAHCOM, Rabu (13/9/2017).

Perbaikan untuk kemajuan, mau tidak mau jadi syarat kemajuan pemberantasan korupsi di Indonesia. Hal itu pula yang berlaku bagi KPK saat ini.


Temuan pansus seperti safe house yang keberadaannya diperdebatkan, konflik internal yang kini muncul ke publik, harus segera dicarikan solusinya jika tak ingin KPK rubuh.

"Karena personel KPK juga manusia biasa yang juga bisa berbuat salah. Maka yang perlu dilakukan adalah mengoreksi dan meluruskan apa yang masih tidak tepat dalam KPK baik menyangkut rekrutmen komisioner, penyidik, maupun sistem kerja," ungkapnya.

KPK saat ini tengah bersiteru dengan DPR dengan Pansus Angket-nya. Dianggap terlalu powerfull, kewenangan KPK dinilai perlu dikaji lagi. Seperti penuntutan, penyadapan, serta SP3.

Dari situlah wacana pembekuan KPK mencuat. KPK dinilai bertindak di atas hukum. Keberadaan safe house yang belum pasti landasaan hukumnya menjadi bukti pansus angket menimbang keberadaan KPK dan segala tugasnya.
#Kpk #PansusHakAngket
BERITA TERKAIT
Fraksi PPP Tolak Perpanjangan Pansus Angket KPK
Auditor BPK yang Ditangkap KPK Diduga Terima Suap
KPK Tangkap Satu Pejabat Negara Diduga dari BPK
22 Paket Sitaan KPK akan Dilelang di JCC
KPK Siap Patahkan Gugatan Praperadilan Novanto
Mendes Bantah Sudah Tahu Bakal Dapat Opini WTP
(Geledah Rumah & Kantor Kasus BLBI) KPK Temukan Dokumen Penting Kasus BLBI

ke atas