PASAR MODAL

Kamis, 14 September 2017 | 10:18 WIB

IHSG Terkatrol Kondusifnya Sentimen Domestik

IHSG Terkatrol Kondusifnya Sentimen Domestik
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (14/9/2017), dibuka menguat sebesar 5,87 poin seiring sentimen domestik yang relatif masih kondusif.

IHSG BEI dibuka menguat 5,87 poin atau 0,10 persen menjadi 5.851,60 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 0,58 poin (0,06 persen) menjadi 973,93 poin.

"Sentimen domestik yang masih terbilang kondusif menjadi katalis positif bagi pasar saham," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Ia mengatakan bahwa pelaku pasar optimistis penyerapan belanja pemerintah untuk infrastruktur akan lebih fokus pada triwulan III maupun IV, kondisi itu menjaga fundamental ekonmi nasional tetap kondusif.


Sementara dari eksternal, lanjut dia, pelaku pasar masih mencermati konflik di semenanjung Korea. Pasar masih mewaspadai konflik itu karena berpotensi dapat mempengaruhi ekonomi global.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa laju IHSG relatif terbatas menyusul kebijakan pemerintah yang akan mengatur harga acuan batubara.

"Akan adanya pengaturan dari pemerintah terkait harga acuan batubara untuk memenuhi kebutuhan PLN membuat sektor properti dan pertambangan berpotensi menjadi pemberat laju IHSG," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 46,72 poin (0,24 persen) ke 19.912,38, indeks Hang Seng melemah 2,06 poin (0,01 persen) ke 27.892,02, dan Straits Times melemah 0,87 poin (0,03 persen) ke posisi 3.228,43. [tar]
#IHSG #NicoOmerJonckheere
BERITA TERKAIT
(Analis Goldman Sachs:) Ekonomi 2018 akan Lanjutkan Pertumbuhan 2017
Thanksgiving Day Batasi Wall Street Pekan Depan
Saham GE Jatuh, CEO Koleksi Saham
Emas Manfaatkan Pelemahan Dolar AS
Minyak Mentah Catat Rebound di Akhir Pekan
Dolar Tertekan Situasi Politik AS
Inilah Pemicu Kejatuhan Wall Street

ke atas