PASAR MODAL

Kamis, 14 September 2017 | 14:47 WIB

Inilah Start Up Hasil Polesan Temasek Holdings

Wahid Ma'ruf
Inilah Start Up Hasil Polesan Temasek Holdings
Temasek Holdings (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Singapura - Temasek Holdings, perusahaan investasi milik negara yang berpengaruh secara besar-besaran di Singapura, membukukan investasi ke Magic Leap berbasis di Florida, menurut sebuah laporan baru.

Bloomberg, mengutip sumber, mengatakan pada hari Kamis (14/9/2017), Temasek mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam putaran pendanaan baru lebih dari US$500 juta yang bisa memberi nilai awal mendekati US$6 miliar.

Magic Leap, startup realitas virtual dan ditambah, telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar menurut laporan tersebut. Hal ini didukung oleh investor terkemuka termasuk Grup Alibaba Jack Ma, anak perusahaan Alphabet, Google dan Qualcomm. Baik Temasek maupun Magic Leap menolak memberikan komentarnya kepada Bloomberg.


Start up mencoba membangun platform reality campuran dengan gambar virtual disematkan ke dalam penglihatan manusia normal saat dilihat melalui headset. Hal ini mirip dengan Microsoft HoloLens.

Sebelumnya pada bulan Februari, Business Insider menerbitkan apa yang diklaimnya sebagai foto prototip kerja perangkat tambahan augmented reality Magic Leap yang praktis. Namun presiden, CEO dan pendiri start-up, Rony Abovitz, mengatakan bahwa foto tersebut menunjukkan uji coba penelitian dan uji coba Magic Leap yang digunakan untuk mengumpulkan data ruang dan ruang untuk kerja mesin.

Magic Leap berharap bisa mengirimkan perangkat pertamanya ke sekelompok kecil pengguna dalam waktu enam bulan, demikian laporan Bloomberg. Ia menambahkan bahwa perangkat tersebut kemungkinan akan menelan biaya antara US$1.500 dan US$2.000, namun harganya bisa berubah.
#bursasaham #ihsg #dolarrupiah #dolaras
BERITA TERKAIT
IHSG Berlabuh Positif 3,89 Poin ke 6.067
Bagaimana Ekonomi Korut Bila Dirundung Sanksi?
Tutup Sesi I, IHSG Merugi 0,28% ke 6.046
Bursa Saham Asia Tertekan Liburan Wall Street
Yuan Unjuk Nyali Jadi 6,5810 per Dolar AS
Bursa Shanghai dan Shenzhen Dibuka Loyo
Penguatan Yen Jadi Bumerang bagi Saham Tokyo

ke atas