NASIONAL

Kamis, 14 September 2017 | 16:03 WIB

Pengakuan Satpam Soal OTT KPK di BPK

Agus Iriawan
Pengakuan Satpam Soal OTT KPK di BPK
(Foto: inilahcom/ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Salah seorang petugas kemanan Badan Pemeriksaan Keuangan ( BPK) Gingin Gunawan mengungkapkan kegaduhan yang terjadi di ruang Kepala Sub Auditorat III Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli pada 26 Mei 2017.

Ruangan Ali dimasuki oleh beberapa petugas KPK tanpa seizin petugas keamanan setempat. Apalagi, saat itu masih ada tamu dari Kementeri Desa Tertinggal dan Transmigrasi ( KPDT)

"Saat itu ada dari pihak Kemendes ketemu Pak Ali, saya mengkonfirmasi ke beliau kalau ada tamu dan mengizinkan tamu dari Kemendes naik ke ke ruangan Pak Ali," kata Ginginsaat bersaksi di Pengadilan Tipikor, PN Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Tamu yang berada di ruang Ali Sadli adalah Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Jenderal KPDT Jarot Rudi Prabowo yang menjadi terdakwa dalam sidang.

"Setelah sempat keluar dan masuk ke ruang Pak Ali Sadli, tiba-tiba ada beberapa orang KPK," ungkapnya.


Jaksa bertanya soal sesuatu yang dibawa Jarot saat naik pertama kali ke ruang Ali. "Saya lihat hanya bawa tas hitam," jawab Gin Gin.

Gin Gin menjelaskan saat Jarot masuk kedua kalinya ke ruangan Ali, tidak berapa lama tiba-tiba suasana menjadi ramai.

"Orang dari KPK menerobos masuk, mereka tidak izin, maka saya berkoordinasi dengan rekan sekuriti lain yang di bawah," katanya.

Setelah itu, dia tidak mengetahui apa yang dilalukan KPK di dalam ruangan Ali. "Jadi saya tidak tahu apa yang dilakukan petugas KPK di dalam, karena saya menunggu di luar ruangan," ucapnya.

Dalam surat dakwaan, Jarot dan stafnya mendatangi kantor BPK RI untuk bertemu Kepala Sub Auditorat III Keuangan Negara Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK) RI Ali Sadli, ketika pulang Jarot memberikan tas kertas berwarna coklat kepada Ali yang diduga berisi uang Rp 40 juta, kemudian Ali menyimpannya di dalam lemari kerjanya.

Dalam OTT KPK, berhasil amankan Rp 40 juta dan juga uang sebesar Rp 1.154.543.500 dan USD 3 .000 di dalam brankas yang berada di dalam ruangan Penanggung Jawab Tim Pemeriksa BPK, Rochmadi Saptogiri, kemudian Rochmadi dan Ali langsung di bawah KPK. [rok]
#KPK #Kemendes
BERITA TERKAIT
Polisi Gandeng AFP Ungkap Penyiram Novel
Polisi: KPK Tak Recoki Pemeriksaan Novanto
Polisi Pamerkan Sketsa Wajah Diduga Penyiram Novel
Ada Apa Kapolda Metro Sambangi Gedung KPK?
Polri Masih Analisa SPDP Kasus Agus-Saut
Walikota Mojokerto Bantah Terlibat Suap DPRD
Barang Rampasan Sanusi dan Fathonah Dilelang

ke atas