NASIONAL

Kamis, 14 September 2017 | 18:11 WIB
(Tragedi Kemanusiaan Rohingya)

Indonesia Diminta Carikan Solusi Permanen

Indra Hendriana
Indonesia Diminta Carikan Solusi Permanen
Commissioner at ASEAN Intergivernmental Commission on Human Rights Dinna Wisnu
INILAHCOM, Jakarta - Selain bantuan, pihak pemerintah Indonesia diminta mencarikan solusi atau jalan keluar yang permanen terkait masalah yang tengah dihadapi oleh etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

"Tahapan bantuan dan diplomasi (oleh) Indonesia menurut saya perlu ditingkatkan ke tahap berikutnya, dengan mengembangkan upaya paralel untuk memberi solusi yang permanen pada masalah kemanusiaan dan masa depan Rohingya," kata Commissioner at ASEAN Intergivernmental Commission on Human Rights Dinna Wisnu dalam acara diskusi di Wahid Foundition, Jakarta Pusat, Kamis (14/9/2017).

Solusi permanen itu, kata dia, dengan memastikan tidak ada lagi aksi kekerasan kepada Muslim Rohingya yang dilancarkan atau dilakukan oleh kelompok manapun di Myanmar.

"Solusi (permanen itu menurut saya harus dibagi bersama di ASEAN. karena dampaknya sudah bersifat regional, jadi jangan ditanggung oleh Indonesia," ujar dia.


Selain itu, negara yang tergabung di ASEAN juga harus memberi tekanan atau desakan kepada Myanmar agar kekerasan terhadap Rohingya dapat dihentikan secara permanen.

Sebab, secara politik negara anggota ASEAN khususnya yang punya penduduk muslim sudah terpengaruh dengan aksi itu, karena ratusan manusia jadi korban dalam aksi kekerasan itu.

Menurut dia, tindakan ini adalah bentuk pelanggaran HAM berat lantaran hak untuk hidup seseorang telah dirampas.

"Alasan ini adalah alasan yang sangat kuat untuk menganggap maslah di Rakhine bukan masalah Myanmar saja tapi masalah di ASEAN. Indonesia perlu memimpin inisiatif regional di ASEAN untuk kepentingan jangka panjang," ujar dia.[jat]
#Rohingya
BERITA TERKAIT
Golkar: Praperadilan Kado untuk Novanto
Peluang Novanto di Praperadilan Sama
Kata Polisi Soal Warga yang Mengungsi di Timika
Polisi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Poniran
DPD Golkar Minta DPP Duduk Bersama Bahas Munaslub
(Kasus Heli AW101) Pemanggilan Eks KSAU Agus Dinilai Tak Tepat
RI Berperan Redam Konflik di Laut Cina Selatan

ke atas