GAYA HIDUP

Senin, 02 Oktober 2017 | 12:43 WIB

Iklan Gaya Hidup Sehat Kalah dari Iklan Komersil

Reza Aditya Digambiro *
Iklan Gaya Hidup Sehat Kalah dari Iklan Komersil
(Foto: ilustrasi)


GAYA hidup seseorang ataupun masyarakat secara umum sangat berpengaruh terhadap proyeksi kesehatannya di masa depan. Pola makanan yang mencakup pemilihan jenis makanan hingga jumlah makanan yang dikombinasikan dengan kebiasaan-kebiasaan tertentu, seperti merokok, kurang waktu istirahat dan stress menjadi bom waktu untuk permasalahan kesehatan yang kompleks di masa depan.

Di tengah kesulitan negara memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi masyarakatnya, terdapat kekhilafan pemangku kebijakan di mana jargon-jargon iklan komersil yang membudayakan gaya hidup tidak sehat jauh lebih kuat mengalahkan iklan-iklan layanan masyarakat yang bertanggungjawab untuk promosi dan pencegahan penyakit.

Sebut saja iklan rokok yang menyumbang kenaikan persentase perokok pada remaja (Riskesdas 2010) atau iklan susu formula, junk food, dan iklan minuman keras, kesemua ini memberikan kontribusi kuat pada sektor industri namun secara keseluruhan negara bisa dianggap merugi karena beban anggaran kesehatan yang harus ditanggung ke depan semakin besar.

Iklan-iklan komersil untuk kepentingan sekelompok industri diprioritaskan dan diberikan porsi besar di media cetak, online maupun penyiaran di televisi, namun iklan layanan masyarakat yang diharapkan mampu mengcounter efek dari promosi negatif industri tersebut, justru terkesan jauh tertinggal dan terengah-engah menghadapi tuntutan zaman.

Di masa lalu, ketika media televisi hanya ada TVRI, kita masih sering menyaksikan iklan 4 Sehat 5 Sempurna dan iklan Keluarga Berencana yang secara kontinu ditayangkan setiap saat. Hal ini terbukti cukup efektif meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memiliki pola hidup sehat yang dengan sendirinya meringankan pembiayaan negara di bidang kesehatan.

Saat ini, Komisi Penyiaran Indonesia terkesan hanya sibuk mencegah permasalahan tayangan tertentu yang tidak menyangkut esensi permasalahan kesehatan bangsa secara keseluruhan. Promosi dan pencegahan kesehatan melalui media televise dan media lainnya pun tidak digarap secara serius, namun hanya terkesan formalitas saja.


Iklan turut serta dan memiliki peranan besar dalam perubahan pola pikir masyarakat. Jika pola pikir masyarakat bisa diarahkan untuk gaya hidup yang sehat dan gizi seimbang, maka generasi selanjutnya untuk masa depan yang berkualitas bisa lebih mudah untuk diraih dan beban biaya APBN untuk kesehatan bisa lebih efisien.

* dr. Reza Aditya Digambiro, M.Kes, M.Ked (PA), Sp.PA, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.







#Rokok #Iklan #GayaHidupSehat
BERITA TERKAIT
PPLIPI Tingkatkan Solidaritas Antar Perempuan
Kacang Hijau dan Daun Adas Picu Produksi ASI
Museum Blanco Raih Penghargaan ISTA 2017 Kemenpar
Metode Pengobatan Kanker Ini Beri Harapan Baru
(Cheriatna, Pendiri PT Cheria Halal Holiday) Bisnis Wisata Halal Tak Pernah Sepi
Bolu Joeang, Oleh-oleh Ariel Tatum dan Dion Wiyoko
Kopi Jo, Sensasi Khas Ramuan Rempah yang Kaya Rasa

ke atas