MOZAIK

Kamis, 05 Oktober 2017 | 21:00 WIB
(Syair)

Emha Ainun Najib: Ketika Engkau Bersembahyang

Emha Ainun Najib: Ketika Engkau Bersembahyang
(Foto: Ilustrasi)


Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar


Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya


Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis



Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali
Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali


Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun


Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas arasy sembilan puluh sembilan.
#CakNun #Syair #Puisi #Indonesia
BERITA TERKAIT
(Syair) KH Mustofa Bisri: Dalam Kereta
(Syair) GusMus: Bagaimana Aku Menirumu, O Kekasihku
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Negeriku
(Syair) KH Mustofa Bisri: Kalau Kau Sibuk Kapan Kau Sempat
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Negeri Kekeluargaan
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Gelisahku
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Diterbangkan Takdir

ke atas