EKONOMI

Rabu, 04 Oktober 2017 | 16:31 WIB

Tim Patroli Percepat Proses Pencegahan Karhutla

Tim Patroli Percepat Proses Pencegahan Karhutla
(Foto: inilahcom/Dok)
INILAHCOM, Jakarta - Pantauan titik panas atau hotspot di daerah rawan Kebakaran Hutan dan Lahan mengalami ketidakstabilan. Patroli, sosialisasi, monitoring cuaca dan anjangsana ke masyarakat, terus dilakukan Brigade Pengendalian Karhutla Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hasil pantauan berdasarkan satelit NOAA pada 3 Oktober pukul 20.00 WIB terdapat 6 hotspot di daerah rawan Krhutla yaitu di Bangka Belitung, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan berdasarkan TERRA AQUA (NASA) confidence level di atas 80% terdapat 7 hotspot, yaitu di Provinsi Sumatera Selatan 1 titik, Riau 2 titik, Sulawesi Selatan 1 titik, dan Nusa Tenggara Timur 3 titik.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B Panjaitan menyatakan, Tim Posko Pengendalian Karhutla segera berupaya mempercepat proses pemadaman dengan bergerak sedini mungkin di lapangan, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, pemda dan patroli yang dilakukan oleh Manggala Agni Daerah Operasional (Daops).

Posko ini menghimpun informasi mengenai cuaca, kondisi hotspot, kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi wilayah kerjanya untuk selanjutnya dilakukan koordinasi dan pelaporan secara berjenjang dan kemudian ditindaklanjuti sesegera mungkin," kata Raffles B Panjaitan.


Seperti yang dilakukan Manggala Agni Daops Sarolangun, Tim Patroli Terpadu menerima laporan adanya kebakaran di lahan seluas sekitar 2 Ha dan segera melakukan pemadaman di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin Vlll, Kabupaten Sarolangun. Tim patrolipun akhirnya berhasil memadamkan api, serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersama-sama turut mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Hingga malam tadi, menurut pantauan posko dari Satelit NOAA terdapat jumlah hotspot sebanyak 2.328 titik di seluruh Indonesia. Sedangkan pada periode yang sama di tahun 2016, jumlah hotspot tercatat sebanyak 3.407 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.079 titik atau 31,67%.

Sementara, satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat terdapat 1.717 hotspot. Jumlah ini menurun sebanyak 1.782 titik (50,90%), jika dibandingkan dengan tahun 2016 pada periode yang sama, yaitu sebanyak 3.497 titik.

#LHK #KementerianLHK #Karhutla
BERITA TERKAIT
KLHK Tanamkan Generasi Muda Cinta Lingkungan
Litbang KLHK Raih Pusat Riset Unggulan 2018-2020
KLHK: Karhutla Harus Fokus pada Pencegahan
KLHK Bangun Pilot Project Reaktor Biomassa
RI Optimistis Kelola Ketahanan Iklim Bangsa
KTT Perubahan Iklim, KLHK Libatkan Wakil dari Riau
KLHK Sosialisasikan Aplikasi Pelaporan Karhutla

ke atas