PASAR MODAL

Jumat, 06 Oktober 2017 | 10:16 WIB

Rupiah Menguat Angkat Pasar Obligasi

Monica Wareza
Rupiah Menguat Angkat Pasar Obligasi
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta-Pergerakan Rupiah mampu menguat turut membantu pergerakan obligasi ke zona hijau sehingga mulai meningkat aksi beli dan membuat pergerakan sejumlah sejumlah obligasi mengalami kenaikan.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan meski masih terdapat adanya aksi jual namun, meningkatnya aksi beli tersebut mampu mengimbangi aksi jual yang ada sehingga pasar obligasi terlihat positif.

"Meski aksi beli mulai meningkat namun, sejumlah obligasi acuan masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah," kata Reza dalam catatan tertulisnya, Jumat (6/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek yakni 1-4 tahun, imbal hasilnya rata-rata masih bergerak turun -0,64 bps, tenor menengah dengan rentang waktu 5-7 tahun turun -1,09 bps dan tenor panjang dengan rentang 8-30 tahun turun -1,26 bps.


Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 103,51% memiliki imbal hasil 6,11% atau naik 0,02 bps dari sebelumnya di harga 103,59% memiliki imbal hasil 6,09%. Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 110,15% memiliki imbal hasil 7,25% atau naik 0,003 bps dari sehari sebelumnya di harga 110,20% memiliki imbal hasil 7,24%.

Pada Kamis (5/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,03 bps di level 118,60 dari sebelumnya di level 118,57. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,05 bps di level 109,56 dari sebelumnya di level 109,51.

Untuk pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,48% di atas sebelumnya 6,41% dan US Govnt bond 10Yr di 2,35% di atas sebelumnya 2,33% sehingga spread di level 413,20 di atas sebelumnya 407,9. Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya masih terlihat variatif meski aksi beli mulai meningkat.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,20%-8,30%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar tipis di kisaran level 8,96%-8,98%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun turun di kisaran 10,00%-10,03%, dan pada rating BBB naik di kisaran 12,70%-12,95%.

"Mulai meningkatnya aksi beli diharapkan dapat bertahan sehingga kenaikan yang terjadi dapat mengkonfirmasikan kenaikan lanjutan. Masih terapresiasinya Rupiah diharapkan dapat membantu kenaikan lanjutan di pasar obligasi. Pergerakan pasar obligasi pun kembali memiliki peluang kenaikan," kata dia.
#Obligasi #SUN #Korporasi
BERITA TERKAIT
CIMB Niaga Bakal Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun
Aksi Beli Obligasi Seiring Penguatan Rupiah
Peminat Membludak, Obligasi SMF Dipatok Rp1 T
Dolar AS Loyo, Obligasi Domestik Aji Mumpung
Pelaku Pasar Tahan Diri Transaksi Obligasi?
Obligasi Jepang Jadi Angin Segar Obligasi Domestik
Perbaikan Ekonomi AS Jadi Derita Pasar Obligasi

ke atas