NASIONAL

Senin, 09 Oktober 2017 | 14:51 WIB

Usai Bertemu, Risma Beri Kode ke Ketua PDIP Jatim

Usai Bertemu, Risma Beri Kode ke Ketua PDIP Jatim
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberi kode '30' kepada Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Kusnadi, yang juga Ketua PDIP Jatim.

Kode itu disampaikan Risma di sela pertemuan dengan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, yang salah satu item isunya soal Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur.

Risma tidak hanya sekali memberikan kode '30' pada Kusnadi. Bahkan, ketika mengantar pulang untuk masuk mobil, Risma kembali menegaskan. "Pokoknya 30 ya Pak Kus. Nanti saya akan selesaikan semuanya," kata Risma sambil menghantar Hasto dan Kusnadi.

Wartawan pun spontan nyeletuk bertanya kode apakah itu kepada Risama. "Bu Risma, itu kode apa?," kata wartawan,

Namun wali kota perempuan pertama di Surabaya, yang banyak meraih penghargaan internasional itu, hanya menjawab dengan senyum kepada awak media.

Kunjungan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang juga didampingi Ketua PDIP Jawa Timur Kusnadi dan Ketua PDIP Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ke rumah dinas Risma di Jalan Sedap Malam, Senin pagi tadi, memang memicu banyak isu, spekulasi dan analisa.


Terlebih, Sekjen Hasto banyak memuji performance dan kinerja Walikota Risma. Hasto menyebut Risma sebagai salah satu pemilik elektoral tertinggi dalam Pilkada Jawa Timur, selain Syaifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa.

"Bu Risma dan Ibu Megawati (Ketua Umum DPP PDIP) juga memiliki hubungan persahabatan yang dekat, karena kedua beliau memiliki hobi yang sama, salah satunya tumbuhan dan taman. Jadi tidak sekedar hubungan antara pimpinan partai dan kader, tetapi lebih dari itu," kata Hasto.

Dari isu Pilkada Jawa Timur, pembicaraan bergeser ke soal-soal hubungan Pemprov Jawa Timur dengan daerah-daerah, termasuk program-progam Pemprov Jawa Timur yang secara strategis menjawab kebutuhan rakyat.

Bisa jadi kode '30' itu terkait pembagian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB, dimana Pemprov Jawa Timur sangat digdaya meraup 70 persen, Pemkot Surabaya 20 persen, dan sisanya dibagikan ke daerah.

Tahun 2010 saat pertama kali Risma menjadi Wali Kota Surabaya, ia telah melancarkan protes pada Pemprov Jawa Timur, agar proporsi untuk Kota Surabaya dinaikkan.

Namun Gubernur Soekarwo dan jajarannya tidak menghiraukan protes Risma. Proporsi pembagian pajak tetap dijalankan sampai hari ini.

"Padahal, kalau jalan-jalan rusak, ya kami dari Pemkot Surabaya yang memperbaikinya. Bukan Pemprov Jawa Timur. Lagi pula penyumbang terbesar Pajak Kendaraan Bermotor paling besar dari Kota Surabaya," kata Risma.[beritajatim]
#PilgubJatim2018 #TriRismaharini
BERITA TERKAIT
Demokrat Jatim Mulai Panaskan 'Mesin' Politiknya
Reklame Dukungan Demokrat ke Khofifah Bertebaran
Risma Ditunjuk jadi Jurkam Gus Ipul-Anas di Jatim
(Pertemuan dengan Jokowi) Khofifah: Indah Pada Waktunya
Anas Makin Percaya Diri Hadapi Pilgub Jatim
Disebut Fokus Jadi Menteri, Khofifah Malah 'Kabur'
Hanura Jatim Deklarasi Dukung Khofifah-Emil

ke atas