MOZAIK

Rabu, 11 Oktober 2017 | 09:00 WIB

3 Jenis Pembunuhan: (3) Pembunuhan Keliru

3 Jenis Pembunuhan: (3) Pembunuhan Keliru
(Foto: Ilustrasi)
JIKA kita telaah lebih dalam kajian fiqih Jinayat, akan kita temukan bahwa umumnya para ulama membagi pembunuhan menjadi tiga macam, yaitu pembunuhan sengaja, menyerupai sengaja dan pembunuhan keliru. Istilah aslinya dalam ilmu fiqih adalah al-qatlul-khatha, namun terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia bisa bermacam-macam.

Ada yang menyebutnya pembunuhan tidak sengaja, pembunuhan tersalah, pembunuhan salah dan juga ada yang menyebut pembunuhan keliru. Yang mana saja tidak jadi masalah, yang penting justru definisinya. Definisinya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para fuqaha adalah: Pembunuhan yang terjadi tanpa maksud untuk melakukannya, dan juga tanpa target tertentu dari korbannya, atau tanpa salah satunya.


Dari pengertian di atas, maka pembunuhan jenis ini bisa terjadi dalam bentuk misalnya seseorang iseng melempar kerikil kecil ke sembarang arah, tanpa bermaksud untuk melempar seseorang. Namun ternyata kerikil itu mengenai pengendara sepeda motor, lalu oleng, terjatuh dan meninggal dunia. Atau bisa juga seseorang memang berniat melempar benda kecil ke arah korban yang sedang mengedarai sepeda motor, dimana benda yang dilempar itu bukan termasuk benda yang lazimnya digunakan untuk membunuh.

Namun ternyata lemparan kerikil itu mengakibatkan kematiannya. Mungkin karena dia berusaha menghindar, lalu malah menabrak pembatas jalan dengan keras dan meninggal. Bentuk lainnya adalah seorang memang secara sengaja ingin membunuh target tertentu. Namun tenyata tembakannya meleset jauh dan mengenai korban yang tidak bersalah. Wallahu a'lam bishshawab. [Ahmad Sarwat, Lc., MA]
#Pembunuhan #Qisas #Diyat #HukumIslam
BERITA TERKAIT
Gambaran Bidadari Surga dalam Alquran dan Hadis
Awas, Makanan Haram Menolak Doa
Inilah 7 Pintu Neraka yang Dijaga Malaikat Malik
Kasus Perselingkuhan, Apa Penyebabnya?
Subhanallah, Gaji Dikurangi Kebutuhan Terpenuhi
Perintah Isa kepada Nasrani Ikuti Ajaran Muhammad
Apabila Kemarahan Melanda Bahtera Rumah Tangga

ke atas