NASIONAL

Rabu, 11 Oktober 2017 | 01:38 WIB

Setya Novanto Dikabarkan Bakal Pimpin Pleno Golkar

Ivan Setyadi
Setya Novanto Dikabarkan Bakal Pimpin Pleno Golkar
Ketua Umum Partai Golkar Drs H Setya Novanto Ak (tengah) didampingi Sekjen Partai Golkar Idrus Marham (kiri) dan Ketua DPD Jakarta Golkar Fayakhun (kanan) usai rapat di Kantor DPD Golkar, Menteng, Jakarta. (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto diprediksi bakal memimpin rapat pleno dan mengumumkan revitalisasi atau perubahan kepengurusan partai kepengurusan, Rabu (10/10/2017) besok.

Rapat akan digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat."Kemungkinannya, kalau memang ketua umum datang, ya mungkin ketua umum menyampaikan perihal revitalisasi. Kemungkinan," ungkap Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurut dia, saat ini Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid masih berada di Jepang menghadiri acara koperasi Internasional. Mengenai urgensi perubahan kepengurusan DPP Partai Golkar, Sarmuji menatakan hanya Setya Novanto yang mengetahui.


"Ya memang urgensi apakah perlu revitalisasi apa tidak, itu ketua umum yang tahu," ujarnya.

Dia menjelaskan rekomendasi untuk melakukan revitalisasi kepengurusan Partai Golkar pernah muncul dalam rapat pimpinan nasional (Rapimnas) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Mei 2017 lalu.

"Itu diserahkan kepada ketua umum. Itu Rapimnas Balikpapan kemarin," tutur legislator asal daerah pemilihan Jawa Timur VI ini.

Terkait kepastian rapat pleno, Sarmuji mengaku belum mendapat surat undangan untuk menghadiri rapat pleno DPP Partai Golkar besok. "Tapi biasanya cepat. Mungkin bisa melalui WhatsApp. Undangan resminya menyusul," ujarnya. [ivs].
#KetuaPartaiGolkar #SetyaNovanto #Pleno
BERITA TERKAIT
Novanto Buka Rangkaian HUT Golkar ke-53
Novanto Siap Datang Jika Kembali Dipanggil KPK
Akom Tak Mau Golkar Seperti Kasus Bulog Gate
Akom Mengaku Sudah Ingatkan Novanto Soal e-KTP
Novanto Resmikan Akses Air Pengungsi Gunung Agung
Sering Kantuk, Fahri Sarankan Novanto Periksa Lagi
Putusan MK Untungkan KPK Di Kasus e-KTP

ke atas