MOZAIK

Kamis, 12 Oktober 2017 | 00:05 WIB

Hilal, Rasulullah dan Istri Bilal

KH Ahmad Imam Mawardi
Hilal, Rasulullah dan Istri Bilal
(Foto: Ilustrasi)


KEMATIAN pasti datang. Semua yang bernyawa pasti mati. Semua masalah waktu saja. Kapan tibanya sama tidak tahu. Namun harus bersiap-siap menyambutnya lebih dari menyambut yang tidak pasti.

Mari kita bicara tentang kisah kewafatan Bilal. Ketika Bilal bin Rabah akan meninggal, istrinya berkata: "Sedihnya." Bilal kemudian membuka penutup mukanya dan berkata: "Jangan bilang sedih, bilanglah bahagia." Kemudian ia melanjutkan kata-katanya: "Besok saya akan bertemu dengan kekasihku, Muhammad Rasulullah, dan sahabat-sahabatnya."


Subhanallah, bagi Bilal kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, bahkan membahagiakan, karena akan bertemu dengan orang-orang baik yang dicintainya yang telah terlebih dahulu sampai di alam barzakh. Bagaimana dengan kita? Bahagiakah.

Para istri yang kebetulan suaminya sedang sakaratul maut, cobalah berkata di depan suaminya itu: "Duh bahagianya, duh senangnya," sambil senyum-senyum. Kalau suaminya marah dan bahkan mengusir Anda dari sampingnya, maka yakinlah bahwa suami Anda bukanlah Bilal bin Rabah. Hehehe, salam senyum pagi, AIM. [*]
#PencerahHati #Pencerah Hati #AhmadImamMawardi
BERITA TERKAIT
Bersepakat dalam Gelap
Orang Bakhil, Tak Disuka Allah, Dibenci Manusia
Hanyalah Amal Baik Yang Tersisa
Perbedaan 'Bicara Dengan' dan 'Bicara Tentang'
Teka-teki Bukan Silang, Ada Saling Silang Pendapat
Apa yang Anda Perebutkan?
Bersyukurlah Maka Nikmat akan Semakin Semarak

ke atas