PASAR MODAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 09:53 WIB

Inilah Beban Pasar Obligasi Dalam Negeri

Monica Wareza
Inilah Beban Pasar Obligasi Dalam Negeri
(Foto: Ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang mulai kembali naik seiring antisipasi rilis risalah pertemuan FOMC Rabu (11/10/2017) malam turut berimbas pada pergerakan obligasi di dalam negeri.

Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan sejumlah tekanan masih terjadi pada laju pasar obligasi sehingga berimbas pada kembali melemahnya sejumlah harga obligasi.

Minimnya sentimen positif yang dibarengi kembali melemahnya laju Rupiah turut berimbas pada turunnya pasar obligasi, kata Teza dalam catatan tertulisnya, Kamis (12/10/2017).

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek dengan panjang waktu 1-4 tahun imbal hasilnya rata-rata kembali naik 4,34 bps, tenor menengah untuk 5-7 tahun naik 4,11 bps dan panjang sepanjang 8-30 tahun naik 1,16 bps.

Kembalinya aksi jual membuat sejumlah obligasi bergerak turun. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah, lanjutnya.


Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 102,98% memiliki imbal hasil 6,24% atau naik 0,024 bps dari sebelumnya di harga 103,07% memiliki imbal hasil 6,22%. Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,17% memiliki imbal hasil 7,337% atau turun -0,005 bps dari sehari sebelumnya di harga 109,13% memiliki imbal hasil 7,34%.

Pada Rabu (11/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,12 bps di level 117,95 dari sebelumnya di level 118,09. Sementara rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,12 bps di level 109,23 dari sebelumnya di level 109,37.

Adapun pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,59% masih sama seperti dan US Govnt bond 10Yr di 2,370% juga masih sama seperti sebelumnya 2,373% sehingga spread masih di level 421,6. Pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya masih terlihat variatif naik, imbuh dia.

Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,33%-8,41%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar tipis di kisaran level 9,00%-9,03%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun naik di kisaran 10,04%-10,05%, dan pada rating BBB naik di kisaran 12,85%-13,01%.

Pergerakan imbal hasil obligasi dalam negeri yang masih cenderung naik dapat memberikan potensi akan kembali terjadinya pelemahan lanjutan. Minimnya sentimen positif dari dalam negeri dapat kembali memicu aksi jual. Meski demikian, diharapkan aksi jual yang terjadi dapat lebih terbatas agar tidak membuat pergerakan harga obligasi dalamm tren pelemahan lanjutan, kata dia. [hid]
#PasarObligasi #KrisisKorut #IHSG
BERITA TERKAIT
Saham Dua Raksasa Konstruksi Jepang Rontok
Inilah Pemicu Penguatan Bursa Asia
Window Dressing Cetak Rekor Baru IHSG?
Bursa Eropa Kokoh di Area Positif
Detik Terakhir, IHSG Hijau 14,5 Poin ke 6.133
Bursa Saham Asia Masih Berkuasa di 2018
Tutup Sesi I, IHSG Terpangkas 30 Poin ke 6.088

ke atas