DUNIA

Kamis, 12 Oktober 2017 | 12:07 WIB

Korban Penembakan Las Vegas Tuntut Pihak Hotel

Didi Prambadi
Korban Penembakan Las Vegas Tuntut Pihak Hotel
(Foto: businessinsider)
INILAHCOM, Las Vegas - Para korban penembakan Las Vegas menuntut pihak Hotel Mandalay Bay dan MGM Resort International karena lalai dan tidak mampu menjamin keselamatan pengunjungnya.

Business Insider mengabarkan Rabu (11/10/2017), selain dua hotel tersebut, mereka juga menuntut Live Nation Entertainment Inc, penyelenggara musik Country. Dalam tuntutannya, Paige Gasper, salah seorang korban, menyebutkan Mandalay Bay gagal memantau tamunya dan memonitor kawasan hotel itu menggunakan kamera pengintai. Mandalay Bay juga gagal memberikan latihan yang cukup bagi para karyawan untuk melaporkan dan mengetahui pelaku yang mencurigakan, bunyi surat tuntutan itu.

Dick Hudak, Managing Partner Konsultan Keamanan Resor menjelaskan, karyawan hotel telah dilatih untuk memantau para tamu yang mencurigakan. Sayangnya dalam kasus ini, mereka tampaknya kebobolan. Buktinya, tiga hari sebelum tragedi itu, Stephen Paddock pelakunya, memesan kamar di hotel mewah itu tanpa dicurigai. Padahal saat melakukan penembakan, Paddock memiliki 10 tas penuh berisi senjata api berbagai kaliber ke kamarnya. Menurut polisi, Paddock juga menempatkan dua kamera pengintai di lorong hotel dan kamera di lubang pengintai di pintu kamar hotelnya.


Sementara itu, Debra DeShong Juru Bicara MGM Resort menjelaskan, insiden tragis yang terjadi 1 Oktober lalu, benar-benar direncanakan secara rapi. Kami tengah memfokuskan pada langkah-langkah untuk mendukung para korban. Tanpa mengurangi rasa hormat pada para korban, kami akan menanggapi lewat jalur hukum, tulisnya dalam pernyataan resmi.

Tuntutan yang dilancarkan Paige Gasper dan korban lain, setidaknya merupakan preseden baru bagi pengelola hotel untuk menjamin keselamatan para tamunya. Hingga kini, industri perhotelan ternyata tidak memiliki standar baku tentang keamanan, dan hotel tidak bertanggung jawab atas keselamatan tamunya.

Jika Kongres tidak meregulasi kepemilikan senjata, maka masalah ini akan menjadi tanggungjawab pihak swasta, yang akan menerapkan regulasi masing-masing kawasan hotelnya, kata Heidi Li Feldman, profesor Georgetown Law School.
#StephenPaddock #AS #LasVegas
BERITA TERKAIT
Beijing Kirim Pesawat Tempur ke Perbatasan Taiwan
Rahul Gandhi Jadi Presiden Partai Kongres India
Arab Saudi Bakal Buka Gedung Bioskop Tahun Depan
Presiden Duterte Takut ISIS Balas Dendamu
PBB: Stop Kekerasan Terhadap Rohingya
Gara-gara Ulah Trump, New York Dibom
(Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel) Klaim PM Israel Ditolak Uni Eropa

ke atas