MOZAIK

Jumat, 13 Oktober 2017 | 08:00 WIB

Bentuk-Bentuk Siksa Kubur

Bentuk-Bentuk Siksa Kubur
(Foto: ilustrasi)


SAUDARIKU, telah disebutkan bahwa seorang yang kafir akan disiksa karena tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan. Akan tetapi, bukan berarti seorang mukmin pasti akan terlepas dari adzab kubur. Seorang mukmin bisa saja diadzab disebabkan maksiat yang dilakukannya, kecuali bila Allah mengampuninya.

Syaikh Abu Jafar Ahmad bin Muhammad Ath Thahawi berkata dalam kitabnya Aqidah Ath-Thahawiyah, Kita mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya, kita mengimani juga pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir kepadanya di dalam kubur tentang Rabbnya, agamanya, dan Nabinya berdasar kabar dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam serta para sahabat ridhwanallahu alaihim ajmain. Alam kubur adalah taman-taman jannah atau kubangan Naar.


Di antara bentuk-bentuk adzab kubur dan kriteria orang yang mengalaminya:
- Dipecahkan kepalanya dengan batu, kemudian Allah tumbuhkan lagi kepalanya, dipecahkan lagi demikian seterusnya. Ini adalah siksa bagi orang yang mempelajari Al-Quran lalu tidak mengamalkannya dan juga siksa bagi orang yang meninggalkan sholat wajib.
- Dibelah ujung mulut hingga ke belakang kepala, demikian juga hidung dan kedua matanya. Merupakan siksa bagi orang yang pergi dari rumahnya di pagi hari lalu berdusta dan kedustaannya itu mencapai ufuk.
- Ada kaum lelaki dan perempuan telanjang berada dalam bangunan menyerupai tungku. Tiba-tiba datanglah api dari bawah mereka. Mereka adalah para pezina lelaki dan perempuan.
- Dijejali batu, ketika sedang berenang, mandi di sungai. Ini merupakan siksa bagi orang yang memakan riba.
- Kaum yang separuh jasadnya bagus dan separuhnya lagi jelek adalah kaum yang mencampurkan antara amal shalih dengan perbuatan jelek, namun Allah mengampuni perbuatan jelek mereka.
- Kaum yang memiliki kuku dari tembaga, yang mereka gunakan untuk mencakari wajah dan dada mereka. Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging orang lain (menggunjing) yakni membicarakan aib mereka.

[baca lanjutan: Apakah Azab Kubur Terjadi Tanpa Henti?]
#AzabKubur #SiksaKubur #Dosa #Neraka #Hadis
BERITA TERKAIT
2 Kriteria Penentuan Status Suatu Hadis (bagian 2)
2 Kriteria Penentuan Status Suatu Hadis (bagian 1)
Sebaik-baik Kalian yang Paling Baik pada Keluarga
Salat Tanpa Penerangan Apapun, Bolehkah?
Tujuan Mulia Dibalik Membicarakan Saudara Seagama?
Kembali Berjayanya Khilafah Hadis Lemah?
Jin Pun Ada yang Masuk Surga Sama seperti Manusia

ke atas