EKONOMI

Kamis, 12 Oktober 2017 | 12:23 WIB

Ditanya Pajak Seret, Wamenkeu Langsung Masuk Mobil

M Fadil Djailani
Ditanya Pajak Seret, Wamenkeu Langsung Masuk Mobil
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo buru-buru masuk mobil ketika ditanya terkait seretnya penerimaan pajak sampai saat ini, padahal tahun 2017 tidak ada 3 bulan lagi.

"Kan masih sampai akhir Desember (2017), lebih lengkapnya tanya Ibu menteri (Sri Mulyani Indrawati)," kata Mardiasmo di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Rabu (12/10/2017).

Per akhir September 2017 target penerimaan pajak baru sekitar 60% atau Rp770,7 triliun dari target APBN-P 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun artinya target pajak tersebut masih kurang 40% atau Rp513 triliun.

Sementara Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pun siaga satu melihat capaian penerimaan pajak tersebut, segala upaya akan dilakukan untuk bisa mengejar kekurangan target pajak.

"Ya kita akan ekstensifikasi. Termasuk di dalamnya tindak lanjut pasca tax amnesty, itu saja yang kami optimalkan," kata Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan (PKP) Pajak, Yon Arsal, di Kantornya, Jakarta, Senin (9/10/2017).


Yon menambahkan, total pencapaian penerimaan hingga September ini sudah lebih baik dari tahun lalu yang hanya 58%. "Per September 60%. Ini lebih bagus dibanding tahun lalu 58% periode yang sama," jelasnya.

Menurut Yon, tax amnesty memang berkontribusi dalam penerimaan. Meski demikian, ia menilai tanpa faktor program pengampunan pajak ini total penerimaan masih akan tumbuh 12,6%. "Kalau keluarkan faktor tax amensty, kalau keluar masih tumbuh 12,6%. Sinyal ekonomi relatif masih bagus," katanya.

Asal tahu saja, per September 2017 ini, penerimaan pajak baru sekitar 60% atau baru Rp770,7 triliun dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 sebesar Rp1.283,6 triliun. Artinya masih kekurangan Rp513 triliun.

Realisasi tersebut juga ternyata mengalami kontraksi atau turun 2,79% secara year on year (yoy).

Rinciannya, penerimaan pajak di luar Pajak Penghasilan Minyak dan Gas Bumi (PPh Migas) sebesar Rp 732,1 triliun atau 59% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan minus 4,70% (y-o-y).

Untuk PPh Non Migas sendiri sebesar Rp418 triliun atau 56,3% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan juga minus 12,32% (y-o-y). Selanjutnya PPN & PPnBM sebesar Rp 307,3 triliun atau 64,6% dari target APBN-P 2017 dengan pertumbuhan 13,70% (y-o-y). [hid]
#PenerimaanPajak #APBN-P2017
BERITA TERKAIT
Korupsi, Menkeu Kasih Nilai 7 Bagi Ditjen Pajak
Inilah Ketegasan Menkeu Soal Korupsi
Google Bayar Pajak Sebelum Ken Pensiun
Inilah Curhat Menkeu Soal 2 Dirjen Baru
Inilah Harapan untuk Dirjen Pajak Baru
Menkeu Tegaskan PNBP Sangat Penting di APBN
Presiden Segera Cari Dirjen Pajak Baru

ke atas