PASAR MODAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:03 WIB

Valuasi Meroket, Divestasi Freeport Bisa Batal

Uji Sukma Medianti
Valuasi Meroket, Divestasi Freeport Bisa Batal
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson bersikukuh untuk memasukan variabel aset dan cadangan emas hingga tahun 2041.

Hal ini membuat divestasi 51% saham Freeport oleh pemerintah jadi makin jauh dari genggaman.

"Freeport memang sudah menyetujui divestasi 51% saham, tetapi masih bersikeras untuk memaksakan tuntutannya dalam penetapan harga saham," kata Fahmi Radhi, Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), dihubungi INILAHCOM, di Jakarta, Kamis (12/10/2017).


Fahmi menuturkan, penetapan harga saham dengan memasukan aset dan cadangan hingga tahun 2041 akan menyebabkan harga saham menjadi sangat tinggi, yang cenderung over value alias kemahalan.

"Mustahil bagi pemerintah untuk membeli harga saham Freeport yang kemahalan, sehingga akhirnya divestasi 51% saham tidak pernah terjadi," tuturnya.

Ujung-ujungnya, Freeport tetap saja menggenggam saham mayoritas dan tetap memegang kendali pengelolaan tambang.

Saat ini,saham pemerintah di Freeport Indonesia baru mencapai 9,36%. Pihak Freeport harus mendivestasikan lagi sahamnya kepada pihak nasional minimal 41,64% agar mencapai ketentuan sebesar 51%. [jin]
#FreeportIndonesia #Freeport #Divestasi
BERITA TERKAIT
Bos BEI Teriak Freeport Harus Listing
Kado Akhir Tahun, IHSG Cetak Rekor Baru
Lippo Karawaci Terbitkan Saham Baru 1,450 M Saham
Wall Street Berada di Jalur Positif
Surplus Neraca Dagang Antar IHSG ke Rekor Baru
Optimisme atas RUU Pajak AS Lemahkan Rupiah
Menperin Sebut Manfaat Usaha Patungan KRAS-Sango

ke atas