NASIONAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:21 WIB

Ketua AMI Harap Museum DPR Sumber Informasi Publik

Ajat M Fajar
Ketua AMI Harap Museum DPR Sumber Informasi Publik
Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana melakukan Sidak ke beberapa museum, salah satunya adalah Museum DPR RI yang berada di Gedung KK DPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia yang ketiga, Kamis (12/10/2017).

Menurut Putu, museum DPR RI merupakan museum bidang politik yang memperlihatkan perjalanan sebuah bangsa yang tidak terlepas bagaimana peran rakyat Indonesia dalam menentukan pemimpinnya dan perwakilannya.

"Museum ini memperlihatkan peran, tugas dan fungsi DPR dan MPR yang mulia sejak awal berdirinya, perannya sangat besar salah satunya dalam mengukuhkan dan meneguhkan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, dan UUD 45. Saya berharap kepada sebagian masyarakat jangan hanya melihat dari satu sisi dan oknumnya, tetapi proses demokrasinya yang penuh nilai sejarah kebangsaan, Sehingga peran positif dan mulia DPR dapat terlihat secara komprehensif dimuseum ini," Ujarnya saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/10/2017).


Putu juga melihat masih banyaknya koleksi di Museum DPR yang kurang lengkap, perlu peningkatan dan konsep yang lebih komprehensif didalam mengelola dan menampilkan sejarah dan perjalanan DPRRI dalam Mengawal Demokrasi di Indonesia.

Ia pun terlihat sedikit kecewa karena hanya bertemu dengan Pamong budaya (penjaga museum) saja. Karena dirinya berharap bisa bertemu pimpinan museum untuk mengetahi kondisi dan permasalahan di museum tersebut.

"Ke depan saya berharap Museum DPR RI ini mempunyai ruang yang lebih luas dan representatif dan posisinya strategis guna memudahkan para pengunjung untuk menikmati koleksi dan narasinya, seperti museum kepresidenan di Istana Bogor," katanya.

Putu berharap kedepannya museum DPR RI ini bisa menampilkan patung-patung para pimpinan DPR dari periode pertama hingga sekarang. Selain itu museum DPR RI ini juga bisa menampilkan digitalisasi foto-foto perkembangan DPR RI dan digitalisasi dokumen-dokumen awal terbentuknya DPR RI.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mengetahui mengenai sejarah lengkap dari gedung DPR.


"Disamping itu peningkatan dalam bidang tata letak, tata kelola dan marketing museum tentu perlu ditingkatkan agar museum dapat menjadi tujuan utama dan pertama para wisatawan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Putu mengatakan, kehadiran dan kunjungan berbagai pihak ke gedung wakil rakyat ini diharapkan untuk mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai peran penting perwakilan rakyat dalam memperjuangkan aspirasi dan keinginan rakyat dalam tujuan untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia.

"Sehingga semua kegiatan sebelum para pengunjung berkeliling gedung rakyat ini, sudah melihat dan memahami narasi dari gagasan yang ada di gedung DPRRI," tuturnya.

Anggota Komisi X DPR asal Bali ini berharap, Sapta Karsa dapat diwujudkan guna memuliakan permuseuman di Indonesia yang tentu memiliki berbagai tantangan yang salah satunya yaitu Penganggaran komprehensif untuk museum dan adanya visi besar dari pemerintah atas politik kebudayaan dalam berbangsa dan bernegara agar museum dapat menjadi rumah besar kebudayaan Nusantara.

Sapta Karsa merupakan Tujuh keinginan segenap permuseuman Indonesia, dari aspirasi mewujudkan UU Permuseuman, Pembentukan Badan Museum, Pembentukan Lembaga Sertifikasi dan Akreditasi, Penganggaran yang lebih komprehensif, peningkatan dan pengaturan SDM yang lebih terkelola baik dan berjenjang, Kelembagaan Museum yang Lebih Strategis, serta Menghadirkan Kembali Gerakan Nasional Cinta Museum.

"Anggaran yang tersedia hanya menjangkau revitalisasi fisik, tata letak saja belum mampu memberikan peningkatan baik dalam managemen yang baik ataupun marketing yang lebih terarah dan terfokus kepada peningkatan awareness dan pemahaman masyarakat terhadap museum. Tentu Ini tidak cukup. Saya sudah ajukan gagasan untuk meningkatkan peran museum dan memberikan dukungan anggaran program bagi museum-museum di Indonesia dalam perannya menggaungkan nilai-nilai luhur mulia peradaban dan kebudayaan Indonesia," ucapnya.

Putu yang juga ketua karang taruna Bali ini pun berharap, momentum hari museum Indonesia mampu menggerakan dan menumbuhkan minat masyarakat untuk mengenal, memahami, mencintai, dan selanjutnya memanfaatkan museum sebagai tempat inspirasi, rekreasi sekaligus tempat edukasi bagi semua pihak.

Ia juga mengajak dan mengundang para pemuda agar datang langsung ke museum, hadir secara langsung guna melihat secara langsung mahakarya-mahakarya mulia peninggalan masa lalu bukan hanya penulusuran melalui Internet ataupun dunia maya. Juga seraya Putu, Menyosialisasikan Gerakan Bela Budaya dan Cinta Museum.

Putu selaku ketua umum AMI mengucapkan Selamat Hari Museum Indonesia terkhusus penghargaan yang tinggi kepada para pengabdi, pejuang, pelestari, penggaung dan pengelola museum di Indonesia yang tanpa kenal lelah selalu memuliakan sejarah, memuliakan warisan luhur bangsa dan memuliakan kemuliaan nusantara.[jat]
#MuseumDPR
BERITA TERKAIT
Ketua DPR Ditetapkan Usai Munaslub Agar Legitimate
(Pertimbangan Tradisi Tri Karya) Agus Gumiwang dan Bamsoet Layak Gantikan Novanto
Rekomendasi Aneh Novanto Picu 'Keretakan' Golkar
Ketua DPR Baru Harus Sejalan Dengan Jokowi
PKS Targetkan Suara 12 Persen di Pemilu 2019
Tagana Dikerahkan untuk Bantu Gempa Jawa Barat
Cabut Dukungan ke Emil, Dedy Kandidat Kuat Golkar?

ke atas