NASIONAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 14:30 WIB

Kata Tito Soal Permintaan DPR untuk Jemput Paksa

Muhamad Yusuf Agam
Kata Tito Soal Permintaan DPR untuk Jemput Paksa
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian (kiri) didampingi Wakapolri Komjen Pol Syafruddin (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/10). (Foto: inilahcom/Didik Setiawan)


INILAHCOM, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku akan mempertimbangkan kembali soal eksekusi penjemputan paksa yang diminta oleh Komisi III DPR.

Hal ini terkait dengan DPR yang membutuhkan saksi dalam rapat seperti halnya rapat panitia khusus (pansus) angket KPK.

"Polri akan mempertimbangkan, dalam hukum acara UU MD3 ada kekosongan hukum. Maka kami akan mengadakan rapat internal dengan jajaran kepolisian dan memanggil para ahli tata hukum pidana dan acara supaya kami bisa mengambil sikap, kata Tito di Rapat kerja di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Dalam rapat tersebut Ketua Komisi lll DPR, Bambang Soesatyo sempat memotong pernyataan Kapolri. Bamsoet menyebut aturan UU MD3 sudah jelas bahwa Polri berhak membantu dalam pemanggilan paksa.

Kalau dalam pemanggilan paksa kita bisa pakai pamdal ya pakai, kita ngga butuh Polri. Tapi kan di UU MD3 ini sudah jelas, sama kaya KPK minta bantuan Polri untuk back-up, kata Bamsoet.


Mendengar pernyataan Bamsoet, Tito lantas menerjemahkan salah satu isi dalam UU tersebut yang berbunyi teknis pemanggilan paksa disesuaikan dengan KUHP.

Ada satu ayat disitu mengenai teknis pemanggilan paksa sesuai dengan KUHP, kita bisa saja kok, kalau UU-nya jelas kita tidak akan ragu, kata Tito.

Kemudian Interupsi juga datang dari Wakil Ketua Komisi lll DPR Desmond Junaidi Mahesa. Desmond menyebut Kapolri tak perlu menerjemahkan UU, yang perlu dilakukan Polri adalah menjalankan aturan sesuai UU.

Jangan menerjemahkan, dulu pernah Kapolri Pak Sutarman menerjemahkan juga dalam rapat. Tugas polisi menjalankan UU, kata Desmond.

Mendengar berbagai pendapat dari anggota Komisi lll, Tito lantas menjawab dengan objektif. Dia menegaskan kembali akan melakukan rapat internal terlebih dahulu untuk menentukan sikap seperti yang sudah disampaikan diawal.[jat]
#Kapolri #TitoKarnavian
BERITA TERKAIT
Kapolri Komitmen Tangani Kasus Perempuan dan Anak
Penjelasan Tito Soal Penyidikan Korban Perkosaan
Kapolri: Kapolsek Ikut Korupsi Dana Desa, Pecat!
Kapolri Jelaskan Tugas Detail Densus Tipikor
Polri Ingin Kerja Sama dengan KPK Usut Kasus Novel
Kapolri Akui Merasakan Kebatinan Warga Tolikara
Tito Minta Anggotanya Mundur Jika Maju di Pilkada

ke atas