DUNIA

Kamis, 12 Oktober 2017 | 15:40 WIB

PM Spanyol Tolak Mediasi Terkait Catalonia

binar mp
PM Spanyol Tolak Mediasi Terkait Catalonia
Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy (Foto: istimewa)
INILAHCOM, Madrid - Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy pada Rabu (11/10/2017) menolak upaya mediasi apa pun untuk menyelesaikan krisis terkait referendum kemerdekaan Catalonia.

"Tidak ada kemungkinan mediasi antara hukum demokrasi dan pembangkangan," katanya kepada parlemen.

Pemimpin separatis Catalonia pada Selasa (10/10/2017) menandatangani deklarasi kemerdekaan tetapi mengatakan mereka menangguhkannya dengan harapan Madrid bersedia bernegosiasi.

Rajoy juga menolak rencana kemerdekaan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont dan menyebutnya sebagai "dongeng".

"Itu tidak mendamaikan, itu tidak akan diakui oleh Eropa dan sekarang semua orang tahu bahwa itu akan merugikan," katanya sebagaimana dikutip AFP.


Dia merujuk pada beberapa perusahaan besar yang telah memindahkan markas mereka ke luar Catalonia dalam beberapa hari terakhir.

Puigdemont berulang kali menyerukan upaya mediasi sejak dia mendorong referendum kemerdekaan 1 Oktober di Ctalonia , yang dianggap ilegal oleh Madrid dan pengadilan Spanyol.

Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNN pada Rabu, dia mengatakan bahwa mediator bisa ditunjuk untuk membantu menyelesaikan krisis.

"Mungkin itu bisa membantu (kita) bicara kalau dua orang yang mewakili pemerintah Spanyol dan dua orang mewakili pemerintah Catalonia sepakat pada satu hal, misalnya, menunjuk satu mediator," katanya.

Puigdemont mengumumkan di parlemen regional pada Selasa bahwa dia menerima mandat agar "Catalonia menjadi negara merdeka" setelah referendum, demikian AFP melaporkan.
#Barcelona #Catalunya #spanyol
BERITA TERKAIT
Beijing Kirim Pesawat Tempur ke Perbatasan Taiwan
Rahul Gandhi Jadi Presiden Partai Kongres India
Arab Saudi Bakal Buka Gedung Bioskop Tahun Depan
Presiden Duterte Takut ISIS Balas Dendamu
PBB: Stop Kekerasan Terhadap Rohingya
Gara-gara Ulah Trump, New York Dibom
(Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel) Klaim PM Israel Ditolak Uni Eropa

ke atas