NASIONAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 16:55 WIB

Putusan MK Untungkan KPK Di Kasus e-KTP

Ivan Setyadi
Putusan MK Untungkan KPK Di Kasus e-KTP
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai percaya diri menjerat kembali Ketua DPR RI Setya Novanto dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Pasalnya, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan aturan baru soal proses penyidikan, salah satunya penetapan tersangka kepada seseorang yang menang dalam gugatan praperadilan.

"Kita akan jalan terus dan tentu saja akan semakin kuat ketika ada putusan MK yang kemaren tapi kami akan pelajari lebih lanjut," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/10/2017).

Namun, Febri tak mau berspekulasi soal kapan pihaknya akan menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru untuk Novanto.


"Kita belum bicara kasus hukum karena yang kita lakukan sekarang adalah penanganan perkara KTP-el secara keseluruhan bahwa ada pihak-pihak yang harus dipertanggung jawabkan secara hukum tentu akan kita proses," ujarnya.

Tak hanya itu, Febri juga mengakui dalam kasus korupsi megaproyek itu pihaknya mengendus keterlibatan sejumlah pihak.

"Kami juga lihat banyak pihak yang juga terlibat dalam indikasi kasus KTP-el ini. Siapapun itu selama bukti permulaannya cukup terpenuhi akan kita proses," jelas dia.

Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan bahwa lembaga penegak hukum dapat menetapkan seseorang sebagai tersangka kembali meski sudah menang praperadilan. MK juga memutuskan jika alat bukti yang telah digunakan dalam penyidikan sebelumnya bisa digunakan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka.

MK mengeluarkan putusan itu setelah menyidangkan uji materi atas Pasal 83 ayat (1) KUHAP yang diajukan mantan Direktur PT Mobile 8 Anthony Candra Kartawiria. Keputusan itu diambil setelah ada perbaikan substansial.[ris]
#KPK #EKTP #Golkar #SetyaNovanto
BERITA TERKAIT
Mencermati Pro-Kontra Densus Tipikor
Penyuap Panitera Pengganti PN Jaksel Akan Diadili
KPK Eksekusi Fadh A Rafiq dan Samsu Umar ke Lapas
Tommy Soeharto Belum Keluar Dari Golkar
KPK Periksa Anggota Dewan Malang Terkait 'Pokir'
Agung Laksono: Golkar Tinggal Cari Pasangan Jokowi
Dilelang, 2 Aset Koruptor Simulator SIM Belum Laku

ke atas