NASIONAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 19:50 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Sekretaris Walikota Batu

Ivan Setyadi
KPK Ancam Jemput Paksa Sekretaris Walikota Batu
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengancam akan melakukan upaya jemput paksa terhadap Sekretaris Pribadi Wali Kota Batu nonaktif Eddy Rumpoko, Lila Widya.

Pasalnya, sudah dua kali panggilan penyidik untuk pemeriksaan sebagai saksi, tak digubris Lila. Dia sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik KPK, pada pemeriksaan hari Kamis (28/9) dan kedua untuk pemeriksaan Sabtu (30/9) di Polres Batu.

"Karena yang bersangkutan telah dua kali dipanggil dan tidak hadir tanpa memberikan keterangan, sesuai UU penyidik dapat melakukan pemanggilan dengan perintah pada petugas untuk menghadirkan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/10/2017).

Saat ini, keberadaan Lila tidak diketahui, surat panggilan penyidik tak digubris sama sekali oleh Lila.


Dalam kasus ini, KPK menetapkan Walikota Batu, Eddy Rumpoko sebagai tersangka. Eddy diduga menerima suap sebesar Rp500 juta dari Filipus Djap terkait dengan proyek pengadaan meubelair senilai Rp5,26 miliar. Proyek itu dimenangkan PT Dailbana Prima, yang juga milik Filipus. Eddy disebut mendapat jatah fee 10 persen dari proyek itu.

Eddy menerima uang diduga suap itu bersama Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kota Batu Eddi Setiawan.

Saat operasi tangkap tangan (OTT), Eddy ditangkap bersama Filipus dengan barang bukti uang sebesar Rp200 juta.

Sementara itu, untuk Eddi Setiawan, Filipus menyerahkan uang sebesar Rp100 juta. Uang itu diduga untuk panitia lelang proyek meubelair tersebut. Mereka bertiga kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Sejauh ini, penyidik KPK sudah memeriksa 20 saksi dalam kasus dugaan suap selama pemeriksaan yang dilakukan di Polres Batu pada 2530 September 2017.[ris]
#KPK
BERITA TERKAIT
Gugurkan Praperadilan, KPK Puji Hakim Kusno
Reaksi Ganjar Soal Namanya Hilang di Dakwaan e-KTP
KPK Bantah 'Main Mata' dengan Politisi PDIP
JK Sindir Novanto Bukan Akuntan yang Baik
Kuasa Hukum Jelaskan Kondisi Novanto Tidak Sehat
Praperadilan Novanto Gugur, KPK: Alhamdulilah
Pertimbangan Hakim Gugurkan Praperadilan Novanto

ke atas