NASIONAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:28 WIB

KPK Telisik Asal-Usul Mobil Alphard Walikota Batu

Ivan Setyadi
KPK Telisik Asal-Usul Mobil Alphard Walikota Batu
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri asal usul mobil Toyota jenis Alphard yang diduga punya Walikota Batu, Eddy Rumpoko.

Penyidik memeriksa supir pribadi Eddy, Junaedi seorang anggota TNI Angkatan Darat kemarin di Surabaya. Junaedi diperiksa untuk mendalami kepemilikan mobil Toyota Alphard warna hitam yang telah disita KPK.

"Penyidik mendalami pengetahuan yang bersangkutan terkait mobil Alphard yang diduga milik tersangka," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (12/10/2017).

Namun, Febri tidak merinci lebih jauh bagaimana proses pembelian mobil tersebut hingga diduga terkait praktik suap.


"Sejauh ini, penyidik KPK sudah memeriksa 20 saksi dalam kasus dugaan suap selama pemeriksaan yang dilakukan di Polres Batu pada 2530 September 2017," ujarnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Walikota Batu, Eddy Rumpoko sebagai tersangka. Eddy diduga menerima suap sebesar Rp500 juta dari Filipus Djap terkait dengan proyek pengadaan meubelair senilai Rp5,26 miliar. Proyek itu dimenangkan PT Dailbana Prima, yang juga milik Filipus. Eddy disebut mendapat jatah fee 10 persen dari proyek itu.

Eddy menerima uang diduga suap itu bersama Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kota Batu Eddi Setiawan.

Saat operasi tangkap tangan (OTT), Eddy ditangkap bersama Filipus dengan barang bukti uang sebesar Rp200 juta.

Sementara itu, untuk Eddi Setiawan, Filipus menyerahkan uang sebesar Rp100 juta. Uang itu diduga untuk panitia lelang proyek meubelair tersebut. Mereka bertiga kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.[ris]
#KPK
BERITA TERKAIT
Pejabat Kemendes Ikut Patungan Suap Auditor BPK
KPK Kejar Bagi-bagi Uang Dalam Pembahasan APBD-P
KPK Periksa Hakim PN Manado
KPK Periksa Ajudan Walikota Cilegon
KPK Periksa Plt Walikota Batu
Tersangka Penyuap Dirjen Hubla Segera Disidang
Ketua Panitia Proyek e-KTP Nyesal Terima Uang

ke atas