NASIONAL

Kamis, 12 Oktober 2017 | 23:02 WIB

'Spasmodic Tremor', Ini Kemungkinan Gunung Agung

Dewa Putu Sumerta
'Spasmodic Tremor', Ini Kemungkinan Gunung Agung
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Karangasem - Gempa tremor non-harmonic kini sudah mulai terasa di Gunung Agung.

Dalam laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang disusun oleh I Nengah Wardana, gempa tremor non-harmonic sebanyak tiga kali, amplitudo: 1.5-4 mm dengan durasi urasi : 80-140 detik.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil menerangkan, tremor non-harmonic sering juga disebut spasmodic burst atau spasmodic tremor.


"Dia adalah rentetan beberapa gempa vulkanik di mana satu gempa muncul sebelum gempa sebelumnya selesai. Secara fisis merefleksikan aliran fluida magmatik (gas, liquid atau solid)," ucap Devy, Kamis (12/10/2017).

Menurut Devy, di dunia tak melulu semua tremor seperti ini diikuti letusan. Kecuali, kalau terjadi secara terus menerus. "Manifestasi permukaan bisa hanya berupa pelepasan gas atau asap ke permukaan," terangnya.

Tremor harmonik, kata Devy, bisa terjadi jika aliran fluida mengakibatkan bergeraknya conduit dan membuat resonance effect atau efek resonansi. Devy berharap manifestasi di permukaan hanya berupa gas dan asap saja.

"Jadi, tekanan di bawah perut Gunung Agung cepat habis," tandasnya.[jat]
#GunungAgung
BERITA TERKAIT
Gunung Agung Erupsi, Wisatawan Batal ke Bali
Gunung Agung Kembali Semburkan Abu Vulkanik
Hari Ini, Gunung Agung Dua Kali Erupsi
Gunung Agung Kembali Muntahkan Butiran Abu Bundar
Gunung Agung Keluarkan Lapili
Polri Harap Ada Rumah Ibadah di Posko Bencana
Abu Vulkanik Gunung Agung tak Ganggu Bandara

ke atas