NASIONAL

Jumat, 13 Oktober 2017 | 08:00 WIB

Golkar Kerja Keras Untuk Pilkada 2018&Pemilu 2019

Fadhly Zikry
Golkar Kerja Keras Untuk Pilkada 2018&Pemilu 2019
Ketua DPP Partai Golkar Aziz Samual (Kanan) (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Pasca revitalisasi struktur kepengurusan periode 2017-2019, Partai Golkar akan dihadapkan dengan dua agenda politik, yaitu Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019.

Ketua DPP Partai Golkar Aziz Samual mengatakan, pihaknya mengimbau agar seluruh kader bersatu dalam memperjuangkan partai.

"Himbauan adalah semua harus bersatu, pengurus DPP, dan DPD I, DPD II, semua harus bersatu bekerja keras untuk memenangkan Pilkada 2018 dan Pileg Pilpres 2019," kata Aziz kepada INILAHCOM, Kamis (12/11/2017).


Dia menambahkan, kemenangan Partai Golkar dapat tercapai jika semua stakeholder partai saling bahu membahu dan bekerjasama.

"Harus sama-sama, supaya Partai Golkar tetap eksis dan tidak membuat apa namanya jangan mengecewakan rakyat lagi, karena kader ingin bersatu agar partai maju. Tapi kalau ada dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan merusak partai, maka oknum tersebut harus diganti," ujarnya.

Seperti diketahui, usai menjalani perawatan kesehatan, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan revitalisasi struktur kepengurusan DPP Partai Golkar. Ada tiga nama yang menonjol dalam pergantian tersebut yaitu Letjen (Purn) TNI Eko Wiratmoko sebagai Ketua Korbid Polhukam menggantikan posisi Yorrys Raweyai, kemudian, Irjen (Purn) Pol Benny Mamoto menggantikan Aziz Syamsuddin sebagai Kabid Desentralisasi. Kemudian muncul nama mantan Kabareskrim Polri dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen (Purn) Pol Anang Iskandar yang ditunjuk sebagai Ketua Badan Litbang Partai Golkar. [fad]
#Golkar #RevitalisasiPengurus
BERITA TERKAIT
Ketua Panitia Proyek e-KTP Nyesal Terima Uang
Hari Ini, Novanto Bersaksi di Sidang Andi Narogong
Tommy Soeharto Belum Keluar Dari Golkar
Agung Laksono: Golkar Tinggal Cari Pasangan Jokowi
Ical Bantah Elektabilitas Golkar Merosot
Akom Tak Mau Golkar Seperti Kasus Bulog Gate
Akom Mengaku Sudah Ingatkan Novanto Soal e-KTP

ke atas