PASAR MODAL

Jumat, 13 Oktober 2017 | 09:41 WIB

Inilah Dampak Pelemahan Dolar Bagi Obligasi

Monica Wareza
Inilah Dampak Pelemahan Dolar Bagi Obligasi
(Foto: Inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang mulai tertahan kenaikannya seiring melemahnya US$ cukup berimbas positif pada pegerakan harga obligasi dalam negeri.


Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan tertahannya pelemahan USD dimanfaatkan pelaku pasar untuk kembali masuk ke pasar obligasi dengan memanfaatkan pelemahan pada sejumlah seri tertentu.


Kembalinya aksi beli membuat sejumlah obligasi bergerak naik meski terbatas. Tak terkecuali sejumlah obligasi acuan yang masih terkena aksi jual sehingga cenderung melemah, kata Reza dalam ulasannya, Jumat (13/10/2017).


Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek yakni 1-4 tahun memiliki imbal hasilnya rata-rata turun -2,18 bps, tenor menengah dengan panjang tenor 5-7 tahun turun -0,15 bps dan panjang dengan 8-30 tahun naik 0,13 bps.



Pada FR0061 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 103,11% memiliki imbal hasil 6,21% atau turun -0,04 bps dari sebelumnya di harga 102,98% memiliki imbal hasil 6,24%. Untuk FR0072 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 109,44% memiliki imbal hasil 7,31% atau turun -0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 109,17% memiliki imbal hasil 7,337%.




Pada Kamis (12/10/2017), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,01 bps di level 117,96 dari sebelumnya di level 117,95. Sementara rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,04 bps di level 109,28 dari sebelumnya di level 109,23.


Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr di level 6,61% di atas sebelumnya di level 6,59% dan US Govnt bond 10Yr di 2,35% di bawah sebelumnya 2,37% sehingga spread di level 425,7 di atas sebelumnya di level 421,6.


Untuk laju imbal hasil obligasi korporasi, kenaikannya mulai tertahan seiring mulai adanya aksi beli, lanjutnya.


Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik tipis di kisaran level 8,35%-8,45%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasil nya mendatar tipis di kisaran level 9,00%-9,03%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun mandatar di kisaran 10,04%-10,05%, dan pada rating BBB turun tipis di kisaran 12,80%-13,00%.


Pergerakan imbal hasil obligasi dalam negeri yang mulai tertahan kenaikannya diharapkan dapat kembali berlanjut untuk mengurangi potensi pelemahan pada sejumlah harga obligasi. Di sisi lain, pelemahan USD pun diharapkan turut membantu kenaikan pasar obligasi yang didukung adanya aksi beli. Dengan demikian, diharapkan aksi jual yang terjadi dapat lebih terbatas agar tidak membuat pergerakan harga obligasi dalamm tren pelemahan lanjutan, kata dia. [hid]
#BursaSaham #IHSG #Dolar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
Inilah Penggerak Pasar Minyak Mentah
Dolar Mampu Bertahan di Area Positif
Wall Street Tinggalkan Rekor Tertinggi
Rupiah Jumpalitan, Bos BI Kalem
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa (24/10/2017)
Laju Rupiah masih Terbebani Sentimen Pajak AS
Kinerja Emiten Puaskan Pasar Saham

ke atas