PASAR MODAL

Jumat, 13 Oktober 2017 | 11:57 WIB

Ekspor China Naik 8,1% di Bulan September

Wahid Ma'ruf
Ekspor China Naik 8,1% di Bulan September
(Foto: ilustrasi)


INILAHCOM, Beijing - China melaporkan kinerja perdagangan yang kuat pada bulan September. Data ini terungkap beberapa hari menjelang Kongres Partai Komunis.

Pada bulan September, ekspor China naik 8,1 persen dari tahun lalu dalam dolar, sementara impor naik 18,7 persen, seperti mengutip cnbc.com.

Analis yang disurvei memperkirakan kenaikan 8,8 persen dalam ekspor China pada bulan September dari tahun lalu dalam bentuk dolar. Impor dalam mata uang dolar diperkirakan akan melonjak 13,5 persen pada periode yang sama.

Ekspor Agustus naik 5,5 persen dari tahun lalu dalam dolar, sementara impor naik 13,3 persen dalam dolar.

Surplus perdagangan September China adalah US$28,47 miliar, terendah sejak Maret 2017. Neraca perdagangan Agustus China adalah US$41,99 miliar, data dari Administrasi Umum Bea Cukai China.


Data ekonomi China telah menunjukkan pertumbuhan yang kuat menjelang perubahan kepemimpinan yang akan terjadi di Kongres Partai mendatang.

Huang Songping, juru bicara departemen Bea Cukai mengatakan pada sebuah konferensi pers pada hari Jumat bahwa perdagangan untuk tiga kuartal pertama membaik karena pemulihan di lingkungan ekonomi global dan domestik secara keseluruhan. "Artinya telah terjadi kembalinya permintaan global," tambahnya.

Tetapi banyak yang memperkirakan ekonomi China akan melambat di akhir tahun ini karena tindakan keras terhadap hutang dan karena pasar properti mendingin. Bea Cukai China juga menyoroti slide dalam perdagangan dengan Korea Utara pada konferensi pers Jumat (13/10/2017).

Menurut Huang, impor dari Korea Utara turun 37,9 persen pada bulan September dari tahun lalu, menandai bulan ketujuh penurunannya. "Impor batubara, bijih besi, dan pakaian jadi turun, sementara tidak ada catatan impor makanan laut," tambahnya.

Ekspor China ke Korea Utara turun 6,7 persen pada bulan September.
#BursaSaham #IHSG #Dolar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
Bank Sentral China Keluhkan Utang Rumah Tangga
Investor Tinggalkan Emas Pilih Dolar AS
Inilah Penggerak Pasar Minyak Mentah
Dolar Mampu Bertahan di Area Positif
Wall Street Tinggalkan Rekor Tertinggi
Rupiah Jumpalitan, Bos BI Kalem
Inilah Saham-saham Pilihan Selasa (24/10/2017)

ke atas