NASIONAL

Jumat, 13 Oktober 2017 | 11:27 WIB

Kasus eKTP, KPK Periksa Keponakan Novanto

Indra Hendriana
Kasus eKTP, KPK Periksa Keponakan Novanto
Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Murakabi Irvanto Hendra Pambudi Cahyo kembali dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP.

Sedianya keponakan Setya Novanto itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudiharjo (ASS), selaku Direktur Quadra Solution. Irvan juga pernah ikut di konsorsium proyek e-KTP.

"Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka ASS," kata Jubir KPK Febri Diansyah saat dikonformasi, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Bersama Irvan, KPK juga memanggil saksi lain yakni, Sugiharto, Yu Bang Tjhiu alias Mony (swasta), Ruddy Indrato Raden selaku pensiunan PNS, Kepala Bagian Umum Setditjen Dukcapil Kemendagri.

"Mereka juga saksi dalam kasus yang sama," kata dia.


Irvanto sebelumnya sudah bolak balik diperiksa KPK untuk beberapa orang yang sudah dijadikan tersangka. Baik untuk tersangka Andi Narogong alias Andi Agustinus maupun Setya Novanto yang pada saat itu masih tersangka.

Bahkan kediaman Irvanto di Jagakarsa, Jakarta Selatan sempat digeledah KPK. Penggeledahan dilakuka kareba masih berkaitan untuk mencari barang bukti di korupsi e-KTP.

Diketahui, dalam kasus korupsi e-KTP,
Anang Sugiana adalah tersangka keempat setelah Irman, Sugiharto, Andi Narogong, dan Markus Nari.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Setya Novanto juga masuk dalam pusaran tersangka e-KTP namun penetapan tersangkanya gugur lantaran menang dalam praperadilan.

Atas Perbuatannya, Anang disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 KUHPidana. [rok]
#eKTP
BERITA TERKAIT
KPK Selidiki Pihak yang Halangi Penyidikan Novanto
KPK Bakal Tunggu Kicauan Nazar Soal e-KTP
Novanto Jawab Tantangan KPK di Sidang Selanjutnya
Reaksi Ganjar Soal Namanya Hilang di Dakwaan e-KTP
KPK Bantah 'Main Mata' dengan Politisi PDIP
JK Sindir Novanto Bukan Akuntan yang Baik
Pasca-Sidang Novanto, Golkar Gelar Pleno Tertutup

ke atas