BOLA

Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:32 WIB

Menpora Minta Kematian Suporter Diusut Tuntas

Reza Adi Surya
Menpora Minta Kematian Suporter Diusut Tuntas
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi (Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi meminta PSSI, kepolisian, serta pihak terkait mengusut tuntas insiden kerusuhan suporter yang berujung kematian salah satu pendukung Persita, Banu Rusman.

Kerusuhan antarsuporter terjadi usai laga antara PSMS Medan melawan Persita Tangerang, Rabu (11/10/2017) dalam babak 16 besar Liga 2 di Stadion Mini Persikabo, Cibinong.

Pertandingan yang dimenangkan PSMS 1-0 itu sebenarnya berlangsung kondusif selama 2x45 menit. Tapi, suporter Persita tak puas denga hasil tersebut dan mulai menyerbu ke dalam lapangan Stadion Mini Cibinong.


Pendukung tim berjuluk Pendekar Cisadane itu melempari botol dan batu ke arah pendukung PSMS yang mayoritas anggota TNI. Tak terima dilempar batu dan botol, anggota TNI itu juga turun ke lapangan dan mengejar pendukung Persita.

Bentrok pun tak terhindari. Dalam video yang viral di media sosial tampak pendukung PSMS memukuli pendukung Persita bertubi-tubi. Akibat bentrokan tersebut, setidaknya 18 mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit daerah umum Cibinong, sementara Banu Rusman meregang nyawa setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.

"Saya berduka atas meninggalnya saudra kita Banu, suporter Persita Tangerang. Kecewa, lebih tepat lagi marah. Lagi-lagi nyawa hilang karena sepak bola," cuit Imam di akun Twitter pribadinya.

"Kepergian Banu, suporter Persita, harus diusut tuntas. Pelakunya harus ditindak tanpa pandang bulu siapapun dia," lanjut Imam.
#PSMS #Persita #SuporterTewas
BERITA TERKAIT
11 Oktober 2017, Sejarah Buruk bagi Persita
Tanggapan Ketua Viola Soal Anggotanya yang Tewas
Ketum PSSI Berduka dan Sesali Kerusuhan Suporter
Suporter Tewas Lagi, Ini Tanggapan PSSI
Rusuh di Laga PSMS vs Persita Telan Korban Jiwa
PSMS Medan Siap Jinakkan Persita
Bhayangkara Ditaklukkan PSM di Kandang

ke atas