BOLA

Jumat, 13 Oktober 2017 | 15:45 WIB

Tanggapan Ketua Viola Soal Anggotanya yang Tewas

Andre Syamsurizal
Tanggapan Ketua Viola Soal Anggotanya yang Tewas
Kerusuhan antar suporter PSMS Medan melawan Persita di Stadion Mini Persikabo (Foto: Istimewa)


INILAHCOM, Jakarta - Ketua suporter Persita Tangerang (Laskar Benteng Viola), Anto Setyarosa sangat menyesalkan kematian dari Banu Rusman. Banu adalah anggota Viola yang tewas saat pertandingan Persita melawan PSMS.

Kerusuhan antar suporter terjadi saat pertandingan 16 besar Liga 2 antara PSMS Medan melawan Persita di Stadion Mini Persikabo, Kamis (12/10/2017). Banu menjadi korban bentrokan tersebut karena mengalami luka pada kepalanya.

Anto selaku ketua umum Viola sangat menyesalkan kematian dari anggotanya. Ia berharap keamanan stadion dapat ditingkatkan lagi karena tahun ini sudah ada sejumlah anggota Viola yang meninggal karena pertandingan sepak bola.

"Meninggalnya Banu ini begitu disesalkan. Dia masih berusia 17 tahun, bahkan dia datang menonton setelah selesai UTS di sekolahnya," kata Anto saat dihubungi INILAHCOM, Jumat (13/10/2017).


"Semestinya pihak keamanan seperti kepolisian bisa bertindak atas kejadian ini. Korban dari pihak kami sudah banyak tahun ini," Anto menambahkan.

"Keamanan di stadion memang harus ditingkatkan untuk mencegah korban jatuh lagi, apalagi dari pihak Viola," imbuhnya.

Anggota TNI dianggap terlibat dalam kerusuhan tersebut karena sebagian merupakan pendukung PSMS. Edy Rahmayadi yang merupakan Ketua Umum PSSI sekaligus Panglima Kostrad mengatakan akan menindak pelaku kerusuhan apabila memang benar itu anggota TNI.

"Semoga pelaku ditindak dengan sanksi yang setimpal. Selanjutnya kami akan menunggu apakah janji penindakan itu akan direalisasikan atau tidak," komentar Anto tentang janji Edy.

Sebagai informasi, termasuk Banu, tahun ini Persita sudah kehilangan tiga suporter akibat kericuhan antar suporter. Pada 25 Maret, Ferdian Fikri (14 tahun) suporter Persita asal Buaran Indah, Kota Tangerang tewas akibat menjadi korban penusukan. Pada 7 Agustus lalu Muhammad Nurfaizi (14 tahun) juga meninggal dunia setelah tertabrak mobil karena menghindari kejaran oknum suporter klub lain di Jalan Tol Jakarta-Merak.
#Liga2 #Persita #Viola #SuporterTewas
BERITA TERKAIT
11 Oktober 2017, Sejarah Buruk bagi Persita
Menpora Minta Kematian Suporter Diusut Tuntas
Ketum PSSI Berduka dan Sesali Kerusuhan Suporter
Suporter Tewas Lagi, Ini Tanggapan PSSI
Rusuh di Laga PSMS vs Persita Telan Korban Jiwa
PSMS Medan Siap Jinakkan Persita
Legenda MU: Tak Pantas Klopp Salahkan Lovren

ke atas