PASAR MODAL

Jumat, 13 Oktober 2017 | 16:54 WIB

Saham Korsel Turun Setelah 6 Hari Kenaikan

Saham Korsel Turun Setelah 6 Hari Kenaikan
(Foto: inilahcom)


INILAHCOM, Seoul-Saham-saham Korea Selatan berakhir turun untuk pertama kalinya dalam enam hari perdagangan pada Jumat (13/10/2017), setelah mencapai rekor tertinggi baru di sesi sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) beringsut turun 1,14 poin atau 0,05 persen, menjadi menetap di 2.473,62 poin, dengan volume perdagangan mencapai 233 juta saham senilai 6,7 triliun won (5,9 miliar dolar AS).

KOSPI, yang terombang-ambing di dalam dan di luar wilayah positif, berakhir di medan negatif, karena investor asing beralih ke penjual bersih setelah meraup 1,8 triliun won saham lokal selama empat hari terakhir.

Investor asing memimpin tren pemecahan rekor selama dua hari sampai Kamis (12/10), namun mereka menjual saham senilai 35 miliar won pada Jumat.

Investor individu melepas saham senilai 114 miliar won untuk mengunci keuntungan baru-baru ini, namun investor institusi membeli saham senilai 110 miliar won.


Samsung Electronics mengumumkan angka sementara untuk laba kuartal ketiga, mencatat laba operasi terbesar dalam sejarah perusahaan.

Namun demikian, saham Samsung turun 1,5 persen karena investor mengambil keuntungan baru-baru ini. Raksasa chip memori SK Hynix merosot 2,7 persen karena investor asing membuang saham teknologi.

Pembuat mobil terkemuka Hyundai Motor kehilangan 1,3 persen, dan perusahaan kimia terkemuka LG Chem mundur 1,1 persen. Asuransi jiwa No.1 Samsung Life Insurance turun 0,8 persen, dan portal internet terbesar Naver turun 0,8 persen.

Pembuat baja terbesar POSCO menguat 3,8 persen, dan pemasok listrik milik negara Korea Electric Power Corp. naik 3,4 persen. Samsung C&T, perusahaan holding de facto Samsung Group, naik 2,8 persen.

Mata uang Korea Selatan berakhir di 1.128,9 won terhadap greenback, naik 4,3 won dari penutupan hari sebelumnya.

Harga obligasi berakhir lebih rendah. Imbal hasil pada surat utama negara tiga tahun naik 1,6 basis poin menjadi 1,916 persen, dan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun bertambah 0,3 basis poin menjadi 2,391 persen. [tar]
#BursaSaham #KoreaSelatan
BERITA TERKAIT
Inilah Sentimen di Pasar Minyak Mentah
Dolar Naik Seiring Data Ekonomi AS
Dow Jones Coba Tembus Level 23.000 di Wall Street
Raksasa Jepang Siap Suntik Uber US$1,25 M
Dua Sesi Beruntun, Bursa Saham KOSPI Gaet Rekor
Sudah 11 Hari Bursa Nikkei di Zona Hijau
Saham Sydney Kempit Tren Kenaikan Sepekan

ke atas