MOZAIK

Kamis, 09 November 2017 | 01:11 WIB

Ketika Kita Berdoa, Yakinlah...

KH Abdullah Gymnastiar
Ketika Kita Berdoa, Yakinlah...
(Foto: Ilustrasi)
ALHAMDULILLAH. Puji dan syukur hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, ketika kita berdoa, kita harus dalam posisi yakin bahwa Allah sudah tahu apa yang kita perlukan. Jadi jangan seperti memberi tahu Allah, lalu mengatur Allah, bahwa Allah itu harus sesuai dengan keinginan kita. Sikap seperti ini tidak sopan.

Doa adalah untuk mempertegas kepada diri kita bahwa kita ini hamba Allah. Oleh karena itu doa Nabi Yunus as berbunyi,Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaka, innii kuntu minazh zhoolimin (tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang yang zholim).(QS. Al Anbiyaa [21] : 87)

Hal pertama yang diucapkan oleh Nabi Yunus as adalah mengikrarkan tauhiid bahwa tiada yang wajib disembah selain Allah. Kemudian, beliau memuji Allah dengan kalimat tasbih, lalu mengakui diri sebagai hamba yang lemah, zholim dan tiada berdaya tanpa pertolongan dari Allah Swt. Inilah unsur-unsur terpenting dan utama dalam sebuah doa.


Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa kebutuhan kita dan keadaan kita. Kondisi yang menimpa kita pun terjadi karena izin Allah Swt. Semua masalah yang menimpa kita terjadi atas izin Allah supaya kita mendekat kepada Allah dan berdoa agar Allah menyelesaikannya.

Jadi masalah kita yang sebenarnya adalah kita tidak yakin bahwa masalah yang menimpa kita itu terjadi atas izin Allah, dan masalah kita berikutnya adalah kita tidak menyerahkan urusan kepada Allah. Kita selalu lebih sibuk memikirkan sendiri masalah kita, sibuk kesana-kemari, curhat kesana-sini, sedangkan lupa pada Allah. Kita malah menjadikan Allah sebagai tempat terakhir mengadu dan memohon pertolongan. Padahal seharusnya Allah adalah yang pertama dan yang utama.Maasyaa Allah.

Berlari ke manapun, mengiba kepada siapapun, berusaha sekuat apapun, jikalau Allah tidak menghendaki kita dapat pertolongan, maka tidak ada pertolongan bagi kita selain kelelahan yang terasa.

Nah saudaraku, marilah kita senantiasa memperbaiki diri kita, memperbaiki kualitas ibadah kita, memperbaiki tatacara berdoa kita. Yakinlah bahwa Allah adalah satu-satunya Yang Maha Menolong, taubatilah sekecil apapun dosa-dosa kita. Allah Maha Tahu kebutuhan kita, Maha Tahu setiap masalah kita. Semoga kita senantiasa mendapatkan pertolongan Allah Swt.Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]
#InilahKehidupan #TausyiahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Empat Jenis Pemarah
Orang yang Kikir
Kekayaan yang Sejati
Sembuhkan Penyakit Hati
Saat Merasa Lemah
Hikmah Memanah
Jika Merasa Sebagai Korban

ke atas