MOZAIK

Kamis, 09 November 2017 | 21:00 WIB
(Syair)

KH Mustofa Bisri: Kepada Penyair

KH Mustofa Bisri: Kepada Penyair
(Foto: ilustrasi)
Brentilah menyanyi sendu
tak menentu
tentang gunung-gunung dan batu
mega-mega dan awan kelabu
tentang bulan yang gagu
dan wanita yang bernafsu


Brentilah bersembunyi
dalam simbol-simbol banci
Brentilah menganyam-anyam maya
mengindah-indahkan cinta
membesar-besarkan rindu
Brentilah menyia-nyiakan daya
memburu orgasme dengan tangan kelu



Brentilah menjelajah lembah-lembah
dengan angan-angan tanpa arah
Tengoklah kanan-kirimu
Lihatlah kelemahan di mana-mana
membuat lelap dan kalap siapa saja
Lihatlah kekalapan dan kelelapan merajalela
membabat segalanya
Lihatlah segalanya semena-mena
mengkroyok dan membiarkan nurani tak berdaya


Bangunlah
Asahlah huruf-hurufmu
Celupkan baris-baris sajakmu
dalam cahya dzikir dan doa
Lalu tembakkan kebenaran
Dan biarlah Maha Benar
yang menghajar kepongahan gelap
dengan mahacahyaNya
#GusMus #Syair #Puisi #Indonesia
BERITA TERKAIT
(Syair) Aku Bersandar pada-Mu
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Pesona
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Nazar Ibu di Karbala
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Cinta Ibu
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Agama
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Berita-Derita
(Syair) KH A Mustofa Bisri: Merata

ke atas