DUNIA

Rabu, 08 November 2017 | 09:09 WIB

Inggris Izinkan Warga UE Menetap Setelah Brexit

Inggris Izinkan Warga UE Menetap Setelah Brexit
(ilustrasi)
INILAHCOM, London - Pemerintah Inggris mengatakan bahwa para warga negara anggota Uni Eropa yang saat ini tinggal di Inggris akan diizinkan untuk menetap di negara itu setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa pada Maret 2019.

Ketika merancang rencana program pendaftaran besar-besaran, Departemen Brexit serta Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan, para warga negara EU akan diberi tenggang waktu selama dua tahun untuk mengajukan permohonan mendapatkan status sebagai penduduk tetap setelah Inggris meninggalkan EU.

Status hukum serta hak-hak para warga negara UE merupakan salah satu dari aspek yang makin rumit dalam proses pemisahan Inggris dari kelompok negara-negara Eropa tersebut.

Ada sekitar 3 juta warga negara Eropa yang menetap di Inggris saat ini.


Permohonan akan dipertimbangkan secara bijaksana, yang berarti tidak perlu ditolak karena ada sedikit masalah teknis, dan sebagian besar permohonan akan dikabulkan, kata Departemen Brexit dalam sebuah pernyataan di London, Selasa (7/11/2017).

Menurut mereka, biaya permohonan tak boleh lebih dari pembayaran pembuatan paspor Inggris dan warga negara EU akan diberi hak hukum untuk mengajukan banding jika permohonan mereka ditolak.

"Kami telah menjelaskan bahwa menjaga hak-hak para warga negara Uni Eropa merupakan prioritas utama kami dalam perundingan," kata David Michael Davis, Secretary of State for Exiting the European Union, pejabat tinggi Inggris yang mengurusi Brexit.

"Kami akan membantu siapa pun yang ingin tinggal untuk mendapatkan status resmi melalui sistem yang mudah dan efisien," ujarnya. [ikh]
#Inggris #Brexit #UniEropa #izin
BERITA TERKAIT
UE Segera Bahas Krisis Rohingya dengan Suu Kyi
Ratu Inggris Rayakan Ultah Pernikahan ke-70
PM May Tuding Rusia Campur Tangan Pemilu Inggris
Negara Uni Eropa Teken Pakta Militer Bersama
China Dihebohkan Pelecehan Seksual Anak-anak TK
Mnangagwa Resmi Jadi Presiden Baru Zimbabwe
Tidak Ada WNI Jadi Korban Serangan Masjid di Mesir

ke atas